Emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memperkirakan dampak finansial dari proses perampingan atau streamlining anak usaha mencapai Rp 17 triliun. Nilai tersebut mencakup cut loss dan berbagai implikasi lain, termasuk write off.

Meski harus menanggung kerugian dalam proses transformasi, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai langkah tersebut akan membuat kinerja TLKM akan lebih sehat dalam jangka panjang. Bahkan, Dony memproyeksikan laba TLKM dapat meningkat hingga 30% setelah proses streamlining rampung.

"Saya yakin kalau ini selesai, laba Telkom paling tidak naik 30%," kata Dony dikutip dari akun Instagram resmi @bumn_id, Senin (14/9).

Menurut Dony, transformasi Telkom diarahkan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai strategic holding yang fokus pada konektivitas dan infrastruktur digital. Penyederhanaan struktur usaha diharapkan membuat arus kas perseroan lebih sehat, biaya lebih efisien, serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan, proses streamlining akan menyasar sejumlah anak usaha, terutama yang berada di bawah segmen Business-to-Business Information and Communication Technology (B2B ICT).

"Di bawah B2B ICT juga sekarang yang nantinya juga akan kena streamline," kata Dian.

Dian menyebut beberapa anak usaha yang akan terdampak proses tersebut antara lain PT PINS Indonesia, Telkomsigma dan PT Infomedia Nusantara. Selain itu, terdapat sejumlah entitas lain di bawah segmen B2B ICT yang juga akan dirampingkan.

TLKM telah memperhitungkan berbagai implikasi finansial dari proses tersebut, termasuk cut loss dan write off. Dalam hitungannya, total cut loss beserta seluruh implikasinya diperkirakan mencapai sekitar Rp 17 triliun.

Telkomsigma merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi, komputasi awan (cloud services), serta solusi digital untuk sektor bisnis (B2B). Sementara itu, PINS Indonesia menyediakan perangkat, solusi, dan layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), termasuk perangkat Internet of Things (IoT) dan integrasi jaringan.

Adapun Infomedia Nusantara bergerak di bidang alih daya proses bisnis atau Business Process Outsourcing (BPO), dengan fokus pada layanan customer experience (CX), contact center, dan manajemen hubungan pelanggan (CRM).

Melalui aksi streamlining tersebut, Telkom menargetkan penyederhanaan struktur usaha dari 68 entitas menjadi 19 entitas. Proses perampingan ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Transformasi tersebut diharapkan membuat Telkom memiliki struktur bisnis yang lebih sederhana dan fokus sebagai strategic holding di bidang konektivitas serta infrastruktur digital. Dengan struktur yang lebih ramping, perseroan menargetkan arus kas yang lebih sehat dan struktur biaya yang lebih efisien.

Bakal Kerek Kapasitas Data Center di Batam 2027

Di samping itu, TLKM terus menggenjot bisnis data center atau pusat data dengan membangun fasilitas baru di Batam. Perseroan menyiapkan kapasitas awal sebesar 6 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026.

Direktur Enterprise and Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine mengatakan, Telkom juga menyiapkan ekspansi lanjutan di Batam. Perseroan menargetkan kapasitas data center tersebut meningkat tiga kali lipat dari kapasitas awal menjadi 18 MW pada tahun depan.

Ia menyebut ekspansi itu seiring dengan kuatnya permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center milik Telkom dan juga membuka peluang kemitraan strategis. 

“Selain pertumbuhan organik, kami juga terus mengevaluasi peluang strategic partnership untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus membuka nilai dari platform data center Telkom Group,” kata Veranita dalam paparan publik Telkom 2026, Senin (7/9).

Selain itu, dia menuturkan, permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center Telkom masih kuat. Data center di Cikarang, Jawa Barat, saat ini memiliki kapasitas efektif 15,5 megawatt (MW) dengan tingkat okupansi mencapai 96%. Secara keseluruhan, kapasitas fasilitas tersebut juga telah terserap penuh atau fully leased, termasuk kapasitas yang masih dalam tahap pengembangan. Lalu data center Telkom di Singapura mencatatkan tingkat okupansi sekitar 90% sebesar 17,4 MW.

Ke depan, Telkom akan terus menambah kapasitas data center secara bertahap. Pada proyek Cikarang tahap pertama, total kapasitas ditargetkan mencapai 21,5 MW, sedangkan pengembangan tahap kedua direncanakan dimulai pada 2027. 

Veranita mengatakan bisnis data center menjadi salah satu area pertumbuhan strategis Telkom Group. Perseroan memiliki posisi yang kuat di Indonesia sekaligus melihat peluang untuk memperluas bisnis tersebut ke pasar regional. 

Pada semester pertama 2026, PT Telkom Data Ekosistem membukukan pendapatan Rp 867 miliar, tumbuh 11% secara tahunan dan 17% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri