Ada Grup Bakrie ENRG di Balik Proyek HighPeak Energy di AS, Investasi Rp 3,6 T

Energi Mega Persada
Energi Mega Persada
6/10/2026, 18.44 WIB

Emiten afiliasi Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turut berinvestasi bersama sejumlah mitra termasuk Danantara di proyek HighPeak Energy Inc yang berbasis di Texas Amerika Serikat dengan nilai total US$ 450 Juta atau sekitar Rp 8,05 triliun. 

Berdasarkan Stockbit Sekuritas,  perusahaan minyak dan gas bumi asal AS itu HighPeak Energy Inc. (Nasdaq: HPK), telah menandatangani perjanjian dengan konsorsium PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Dalam perjanjian itu, DIM dan ENRG berkomitmen berinvestasi sebesar US$ 450 juta pada saham preferen HighPeak Energy. Saham preferen tersebut memiliki sejumlah ketentuan. Pertama, saham memberikan dividen tunai kumulatif sebesar 6% per tahun yang dibayarkan secara kuartalan.

Merujuk keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen ENRG, transaksi ini mencakup penyertaan Perseroan sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun. Transaksi melalui pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan oleh HighPeak.

"Berdasarkan ketentuan yang telah disepakati, saham preferen tersebut dapat dikonversi menjadi saham biasa HighPeak sesuai dengan mekanisme dan ketentuan konversi yang berlaku," tulis manajemen ENRG seperti dikutip Selasa (6/10).

HighPeak adalah perusahaan minyak dan gas yang berkantor pusat di Fort Worth, Texas. Perusahaan berfokus pada pengembangan dan eksplorasi hidrokarbon di Midland Basin, West Texas. 

HighPeak merupakan perusahaan berbasis di Texas, Amerika Serikat yang bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin. Mengutip data U.S. Energy Information Administration (EIA), Permian Basin menyumbang 48% dari total produksi minyak Amerika Serikat sepanjang 2025.

"Kami berharap dapat memperoleh sinergi dalam bentuk transfer pengetahuan teknis maupun nilai tambah antara portofolio Perseroan yang ada dengan aset-aset HighPeak, terutama melalui ekposur terhadap praktik operasional, teknologi dan kapabilitas di industri hulu Amerika Utara," tulis manajemen.

Lebih jauh, investasi ENRG di proyek HighPeak akan didanai secara independen, sehingga perusahaan tetap dapat mengoptimalkan peluang reinvestasi ke depan sekaligus menjaga disiplin dalam alokasi modal. Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. bertindak sebagai penasihat keuangan, sedangkan Milbank LLP bertindak sebagai penasihat hukum Perseroan atas transaksi ini. 

Pada saat bersamaan, Danantara Investment Management juga ikut menandatangani perjanjian bersama HighPeak. DIM dan ENRG dapat mengonversi saham preferen menjadi saham biasa kapan saja dengan harga konversi US$ 9,5 per saham. Selanjutnya setelah tahun ketiga, HighPeak Energy berhak menebus saham preferen dengan tingkat imbal hasil internal atau internal rate of return (IRR) sebesar 10%.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi tersebut sejalan dengan mandat DIM untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia.

Pandu mengatakan posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia. Menurutnya, investasi tersebut sebagai peluang potensial bagi DIM. Investasi ini juga menjadi bagian dari upaya Danantara membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan AS,” kata Pandu dalam keterangannya, Selasa (6/10).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila