IHSG Berpeluang Naik Lagi, Analis Jagokan Saham AMMN, ANTM, ELSA, INDF

ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
7/10/2026, 06.12 WIB

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diramal menguat pada perdagangan saham hari ini, Rabu (7/10). Analis merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik dicermati, seperti saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Elnusa Tbk (ELSA),, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut, pergerakan IHSG masih didominasi kenaikan volume pembelian pada perdagangan kemarin (6/10), sehingga naik 1,21% ke level 6.192. Posisi indeks saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y) pada label hitam.

Ia memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di level 6.227–6.231. Namun, investor perlu menyoroti potensi koreksi IHSG yang diperkirakan berada di rentang 5.850–5.911.

“Pada label merah, IHSG akan menguji area 6.342–6.430 sekaligus cluster MA20 dan MA60,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (7/10). 

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.091–5.973, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.297–6.376.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) akumulasi beli di rentang Rp 4.380–Rp 4.470 dengan target harga di Rp 4.670–Rp 4.810, sementara level stoploss di bawah Rp 4.280.

Kemudian PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 6.775–Rp 6.825 dengan target harga di Rp 7.000–Rp 7.100, dan stoploss di bawah Rp 6.675.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang naik pada perdagangan Rabu (7/10). Secara teknikal, indeks ditutup di atas level MA10, sementara histogram negatif MACD terus menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.230–6.280.

Dari sisi sentimen, investor akan mencermati data cadangan devisa Indonesia September 2026 yang akan dirilis pada Rabu (7/10). Sebelumnya, cadangan devisa meningkat menjadi US$ 146,5 miliar pada Agustus 2026 dari US$ 145,3 miliar pada Juli 2026.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 240,28 triliun hingga akhir September 2026. Realisasi tersebut setara 71,51% dari target penerimaan Bea Cukai dalam APBN 2026 dan tumbuh 8,57% secara tahunan.

Phintraco juga menyoroti proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di level 5,2% pada 2026 dan 2027. Untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 4,5% pada 2026.

“Bank Dunia menilai bauran kebijakan telah mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek namun juga berkontribusi pada ketidakseimbangan fiskal dan eksternal yang lebih besar,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (7/10). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila