IHSG Diramal Menguat Jelang Rapat BI, Analis Jagokan Saham ANTM, ACES, RAJA
IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan menguat pada perdagangan Rabu (21/10). Analis merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dicermati, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) hingga PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Tim riset BRI Danareksa menilai, investor akan mencermati hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini. Konsensus Bloomberg dari 34 ekonom memperkirakan BI Rate tetap di 5,75%. Namun, terdapat ekonom yang memproyeksikan kenaikan suku bunga ke 6% bahkan 6,25% untuk menjaga stabilitas rupiah yang berada di sekitar Rp 18.000 per dolar AS.
Menurut tim riset, di tengah tekanan arus modal asing dan ketidakpastian MSCI, keputusan BI akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah dan IHSG.
Secara teknikal, riset BRI Danareksa mencatat IHSG memantul dari support Fibonacci sekitar 4.942, dengan target technical rebound terdekat di 5.318–5.400. Namun dia melihat MACD masih berada di zona negatif dengan momentum bearish.
“Maka, penguatan perlu dikonfirmasi lebih lanjut,” kata tim riset BRI Danareksa Sekuritas dikutip Rabu (21/10).
Level support dinilai berada di 5.185. Jika kembali ditembus, maka risiko koreksi ulang meningkat. Indeks perlu menembus level resistance untuk memperkuat peluang pemulihan.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan saham PT Indah Kiat Paper & Pulp Tbk (INKP), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Berdasarkan indikator teknikal, sinyal Stochastics KD dan RSI menunjukkan tren positif, sementara volume perdagangan mulai meningkat.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melonjak 5,65% ke level 5.278. Menurut Nafan hal ini juga dapat dilihat sebagai technical rebound setelah market mengalami tekanan jual yang sangat signifikan.
Kondisi itu memicu peluang bargain hunting, terutama pada saham-saham yang sebelumnya terkoreksi tajam, sehingga valuasinya menjadi lebih menarik. Namun, kenaikan ini belum serta-merta menunjukkan bahwa kepercayaan investor telah pulih sepenuhnya, mengingat market masih dibayangi ketidakpastian terkait evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia.