IHSG Ditutup Naik 1,12%, Saham Energi dan Finansial Topang Penguatan

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). IHSG ditutup turun 0,17% atau 10,65 poin ke level 6.185 dengan rincian sebanyak 307 saham turun, 341 naik, dan 147 saham lainnya stagnan.
22/10/2026, 17.45 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,12% ke level 5.387 pada perdagangan Kamis (22/10). Meski menguat, kenaikan IHSG pada penutupan perdagangan lebih rendah dibandingkan posisi akhir sesi pertama.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.247. Setelah sempat melemah pada awal perdagangan, indeks berbalik menguat dan melanjutkan pergerakan positif hingga penutupan.

Sepanjang perdagangan, sebanyak 467 saham ditutup menguat, sedangkan 204 saham melemah dan 123 saham lainnya stagnan. Volume transaksi perdagangan mencapai 37,66 juta lot dengan frekuensi sebanyak 2,1 juta kali.

Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,207 triliun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.503 triliun. Menurut analisis Phillip Sekuritas Indonesia, sektor energi, finansial, dan bahan baku menjadi tiga sektor dengan kontribusi terbesar terhadap penguatan IHSG.

Sektor energi memberikan kontribusi sebesar 10.337, diikuti sektor finansial sebesar 8.564 dan sektor bahan baku (basic materials) sebesar 5.620. Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. 

Saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) memimpin daftar tersebut dengan kenaikan 21,17% atau 690 poin ke level Rp 3.950. Berikutnya, saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menguat 22,18% atau 590 poin ke level Rp 3.250. Saham PT Arthavest Tbk (ARTA) naik 24,65% atau 530 poin ke level Rp 2.680.

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turut menguat 1,61% atau 400 poin ke level Rp 25.300. Sementara itu, saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) melonjak 25% atau 360 poin ke level Rp 1.800.

Sebaliknya, sejumlah saham berakhir di zona merah dan masuk dalam jajaran top losers. Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) mencatatkan penurunan terbesar, yakni 6,93% atau 350 poin ke level Rp 4.700.

Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyusul dengan penurunan 6,92% atau 220 poin ke level Rp 2.960. Selanjutnya, saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) terkoreksi 5,86% atau 130 poin ke level Rp 2.090.

Adapun saham PT NextAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) turun 1,97% atau 225 poin ke level Rp 11.200. Saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES) juga melemah 0,38% atau 125 poin ke level Rp 32.500. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah