Chatib Basri Khawatir Bantuan Likuiditas Mengerek NPL Bank Tahun Depan

Donang Wahyu | KATADATA
Mantan Menteri Keuangan 2013-2014 Chatib Basri menilai industri perbankan saat ini tidak mengalami pengetatan likuiditas, sehingga bantuan likuiditas justru berpotensi mendongkrak NPL lantaran saat ini permintaan kredit tak ada.
Penulis: Rizky Alika
20/7/2020, 15.15 WIB

Pemerintah memberikan bantuan likuiditas kepada perbankan. Namun, Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri menilai kebijakan tersebut tidak tepat karena ada risiko kredit macet atau non-performing loan (NPL) melonjak pada 2021.

"Likuiditas relatif baik. Loan to deposit ratio turun, loan to funding ratio turun. Likuiditas ample (lebih dari cukup)," kata Chatib dalam sebuah webinar, Senin (20/7).

Secara umum, Chatib menilai saat ini perbankan tidak mengalami pengetatan likuiditas. Bila ada perbankan yang mengalami kekurangan likuiditas, masalah tersebut hanya terjadi pada perbankan yang sudah memiliki isu tersebut sebelum pandemi covid-19.

Menurutnya, golongan debitur yang menunggak minimal 1-2 bulan atau kredit Kol-2 saat ini masih lancar. Permasalahan dinilai timbul saat relaksasi kredit berakhir. Oleh karena itu, dia menilai permasalahan pada perbankan bukan mengenai likuiditas, melainkan credit crunch.

"Credit crunch ialah bank enggan memberikan kredit karena kalau dia kasih kredit tapi tidak ada permintaan, kredit akan macet," ujar dia.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika