Perusahaan Kredit Asal Korea Akuisisi Batavia Finance, Ini Profilnya

Unsplash/Daniel Bernard
Ilustrasi bendera Korea Selatan yang dikibarkan
Penulis: Lavinda
8/3/2022, 15.38 WIB

Perusahaan asal Korea Selatan Woori Card Co Ltd mengakuisisi 82,03% saham PT Batavia Prosperindo Finance Tbk dari induk usahanya, PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk, dan sejumlah pemegang saham lain.

Aksi korporasi ini disahkan melalui penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat pada 4 Maret lalu. Dengan pengalihan mayoritas saham tersebut, Woori akan menjadi calon pemegang saham pengendali baru perusahaan jasa pembiayaan konsumen tersebut.

Secara rinci disebutkan, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk melepas 74,22% saham anak usahanya, sedangkan pemegang saham lain melego 7,81% saham Batavia Finance.

"Penjual setuju untuk menjual dan mengalihkan sebanyak 2,19 miliar saham atau 82,03% dari seluruh modal yang telah disetor dalam perusahaan kepada Woori Card," ujar Sekretaris Perusahaan Batavia Prosperindo Finance Jenny Sutio dalam pengumuman tertulis, Selasa (8/3).

Ini dilakukan setelah seluruh prasyarat yang diatur dalam perjanjian jual beli saham terpenuhi.

Rencana perubahan kepemilikan tersebut tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di antaranya, kewajiban untuk memperoleh persetujuan dari Pengawas Sektor Industri Keuangan Non-bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, penilaian kemampuan dan kepatutan kepada calon pengendali baru, dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan.

Woori Card merupakan perusahaan yang didirikan dan tunduk berdasarkan hukum Negara Republik Korea Selatan.

Berdasarkan data Bloomberg, Woori merupakan perusahaan penyedia layanan keuangan yang dibentuk pada 2013. Perusahaan menawarkan kredit, penarikan tunai, pengajuan pinjaman berulang, dan layanan pinjaman melalui kartu. Woori Card melayani pelanggan di seluruh dunia.

Sebelumnya, jejak Woori telah hadir di Indonesia melalui keberadaan PT Bank Woori Saudara Indonesia, hasil peleburan usaha atau merger antara PT Bank Woori Indonesia dan PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.

Pada 2014, pemilik Bank Himpunan Saudara, yaitu Arifin Panigoro dan PT Medco Intidinamika mengalihkan sebagian besar saham kepada Woori Bank Korea dan PT Bank Woori Indonesia.

Berdasarkan data per Oktober 2021, sebagian saham Bank Woori Saudara dimiliki oleh Woori Bank yakni sebesar 84,2%, sisanya dimiliki Arifin Panigoro sebanyak 7,38%, dan publik 8,42%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.