BI Rate Naik, BCA Pantau Likuiditas Sebelum Naikkan Bunga Deposito

bca.co.id
Ilustrasi, buku tabungan dan mobile banking BCA.
26/1/2023, 21.53 WIB

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan mempertimbangkan kondisi likuiditas sebelum menaikkan bunga deposito. Hal ini seiring Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa jika pihaknya membutuhkan tambahan likuiditas, maka bunga deposito akan dinaikkan sedikit demi sedikit, mengikuti kenaikan suku bunga BI.

"Selama likuiditas cukup mungkin ini akan sangat lambat mengikuti kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Tapi kalau memang diperlukan dana yang besar untuk menambah likuiditas kami, bunga deposito sedikit-sedikit akan kami coba naikkan," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadja dalam paparan kinerja, Kamis (26/1).

Dia menambahkan bahwa tingginya suku bunga di berbagai negara menjadi tantangan bagi perbankan nasional dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Sebab, hal tersebut akan mengerek imbal hasil surat berharga, seperti SBN dan ORI. "Ini tantangan bagi DPK, bagi deposito," ujarnya.

Adapun, BCA, masih mematok bunga deposito sebesar 2% untuk simpanan rupiah dengan tenor 1-12 bulan dan simpanan di bawah Rp 100 miliar. BCA memberikan bunga lebih tinggi untuk simpanan di atas Rp 100 miliar yakni sebesar 2,1%.

Halaman:
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail