Literasi Industri Asuransi Masih Kalah dengan Bank, Ini Penyebabnya

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.
Ilustrasi logo perusahaan asuransi di Indonesia.
18/10/2023, 14.55 WIB

Tingkat literasi dan inklusi di sektor asuransi mengalami pertumbuhan, walaupun masih tertinggal jika dibandingkan dengan sektor perbankan. Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Rudy Kamdani mengatakan untuk memasyarakatkan hari asuransi saja, merupakan sebuah tantangan sebab masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap asuransi.

"Insan perasuransian sangat menyadari pentingnya untuk melakukan literasi. Untuk itu, pelaksanaan kegiatan literasi kami lakukan dengan dengan berbagai cara baik di berbagai daerah," kata Rudy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/10).

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi dan inklusi pada sektor asuransi masih perlu ditingkatkan untuk mengimbangi level lembaga jasa keuangan yang lain.

Walaupun mengalami pertumbuhan sejak dua periode, hal ini sejalan dengan tingkat penetrasi dan densitas yang masih perlu pencapaian lebih tinggi di Indonesia. Tingkat literasi pada sektor perasuransian berada pada level 31,72%. Di sisi lain, inklusi di sektor asuransi berada pada level 16,63%.

Rudy juga membeberkan, sektor perasuransian sangat perlu ditingkatkan untuk mengimbangi sektor perbankan yang saat ini tingkat literasinya sudah mencapai 49,93% dan inklusi pada level 74,03%.

Dia menyebut, kegiatan literasi dan inklusi kepada masyarakat luas bisa dengan melaksanakan sosialisasi maupun promosi dari masing-masing perusahaan asuransi, institusi terkait dan juga kerja sama dengan asosiasi perasuransian di Indonesia.

Selain itu, Ketua Umum APKAI Dikarioso menyebut literasi asuransi kepada masyarakat harus didukung dan ditingkatkan oleh seluruh pelaku industri perasuransian. Dia mengatakan jika pihaknya sebagai bagian dalam industri perasuransian akan berperan aktif dalam literasi asuransi kepada masyarakat.

"Kami melakukan ini agar memahami hak dan kewajiban dalam berasuransi sehingga masyarakat sadar akan manfaat berasuransi," sebutnya.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail