Wamenkeu Janjikan Bank Milik BRICS Beda Dari IMF dan Bank Dunia, Ini Alasannya
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyatakan bahwa langkah pemerintah untuk bergabung dengan New Development Bank (NDB) milik blok ekonomi BRICS akan menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi Indonesia.
Keterangan tersebut menanggapi adanya kekhawatiran NDB nantinya akan menjadi lembaga keuangan internasional yang dominan seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Tommy menilai BRICS memiliki komitmen kuat untuk menghormati kedaulatan masing-masing negara anggota.
"BRICS sebagai suatu organisasi internasional ini selalu menghormati posisi negara masing-masing. Jadi saya rasa justru itu sangat berbeda," katanya menjelang menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Rio de Janeiro, Brasil pada Sabtu (5/7) seperti disiarkan dari Youtube Sekretariat Presiden.
Wakil Menteri yang akrab dipanggil Tommy itu mengatakan pembahasan antara Indonesia dan NDB selalu berjalan baik dan setara. Ia mengatakan, pendirian NDB ditujukan untuk pembiayaan proyek dan investasi untuk negera berkembang.
"Tidak pernah ada seperti titipan dari negara-negara lain. Jadi ini benar-benar melihat kesempatan berinvestasi atau pembiayaan untuk proyek-proyek kita," ujar Tommy.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan Indonesia bergabung menjadi anggota NDB. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan pers bersama Presiden NDB, Dilma Rousseff di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (25/3).
NDB merupakan bank pembangunan yang didirikan oleh negara-negara BRICS yakni Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Prabowo menyampaikan bahwa NDB merupakan institusi keuangan yang bertujuan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan berkelanjutan.
Ketua Umum Partai Gerindra itu berharap Indonesia dapat mengakses sumber pendanaan baru untuk mendukung proyek infrastruktur dan pembangunan nasional setelah bergabung menjadi anggota NDB.
“NDB telah memiliki modal awal sebesar US$ 100 miliar yang telah dikontribusi negara-negara pendiri. Kita juga telah diundang untuk ikut menjadi anggota NDB,” ujar Prabowo.
Indonesia telah menjadi anggota BRICS sejak 6 Januari 2025. Organisasi yang namanya merupakan singkatan dari nama-nama negara pendirinya menerima Indonesia menjadi negara kesepuluh sebagai anggota.