PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan pertumbuhan volume transaksi dan frekuensi QRIS Bisnis. Nilainya mencapai Rp 13,8 miliar per Agustus.
“Total volume transaksi QRIS Bisnis tumbuh 94%,” kata Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia saat konferensi pers, di kantornya, Rabu (1/10). Dari sisi frekuensi juga naik 300% menjadi 3,3 juta.
Bagus menyampaikan capaian tersebut didukung oleh produk Bank Raya, Saku Bisnis yang terintegrasi dengan QRIS Bisnis.
Perusahaan mengembangkan fitur-fitur yang sesuai kebutuhan konsumen misalnya, menu mass transfer yang memungkinkan nasabah mengirimkan uang ke banyak rekening sekaligus secara real time. Hal ini mempermudah pelaku usaha melakukan transaksi payroll atau pembayaran kepada supplier atau pemasok.
Selain itu, Saku Bisnis menyediakan fitur pemisahan bujet usaha dengan membuat hingga lima saku bisnis berbeda, serta mengecek mutasi rekening untuk memantau operasional keuangan bisnis.
“Ragam inovasi di usia Bank Raya yang ke-36 ini diharapkan bisa mengakomodir kebutuhan transaksi perbankan sekaligus pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha,” kata Bagus.
Dia juga optimistis, Bank Raya dapat terus membangun fundamental bisnis yang tangguh dan menuju profitabilitas yang berkelanjutan.
Selain Saku Bisnis, Bank Raya memperkenalkan fitur Kartu Virtual Debit Visa yang dilengkapi dengan 3D Secure In-App autentikasi dan verifikasi ekstra PIN melalui Aplikasi Raya.
Di sisi pembayaran, Bank Raya menghadirkan fitur Buy Now Pay Later (BNPL) yaitu Raya Paylater yang tersedia bagi para pengguna Aplikasi Raya dengan maksimal plafon Rp 5 juta.