BI Gabung Proyek Nexus, BI-Fast Bakal Bisa Digunakan Transfer ke Luar Negeri
Bank Indonesia resmi bergabung dalam proyek Nexus guna memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara. BI rencananya akan mengembangkan sistem pembayaran instan nasional, BI-FAST, agar terhubung dengan jaringan tersebut sehingga bisa melayani transaksi lintas negara.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, partisipasi penuh Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat serta pelaku usaha. Indonesia saat ini salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi.
"Keterhubungan pembayaran antarnegara yang semakin terpadu dan tanpa hambatan dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan," ujar Perry dalam siaran pers, dikutip Selasa (3/3).
Nexus merupakan inisiatif Bank for International Settlements (BIS) yang diluncurkan pada 2021 untuk menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems/IPS) antarnegara. Pada 2025, proyek ini memasuki fase implementasi yang ditandai dengan pendirian Nexus Global Payments (NGP) oleh sejumlah bank sentral.
BI sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer dan kini komitmen penuh sebagai anggota Nexus. Bank Sentral akan mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lain, yakni Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI).
Rencananya, sistem pembayaran BI-FAST akan dihubungkan engan jaringan Nexus sehingga diharapkan meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan transaksi lintas negara sekaligus memperkuat inklusi keuangan.
BI menegaskan, inisiatif ini tetap menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan sistem pembayaran, dengan memastikan proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri.
Menurut Perry, langkah ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity ASEAN yang dicanangkan pada 2022. Sinergi BI dan NGP juga mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang diusung G20. Ke depan, BI menyatakan akan terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui kolaborasi dengan berbagai bank sentral dan otoritas di berbagai yurisdiksi.