BI: Uang Primer (M0) Februari 2026 Tumbuh 18,6% Jadi Rp 2.228 Triliun

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj.
Warga memperlihatkan uang baru saat penukaran uang pada kegiatan bertajuk Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026).
6/3/2026, 15.53 WIB

Bank Indonesia (BI) melaporkan Uang Primer (M0) Adjusted pada Februari 2026 tumbuh tinggi bahkan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dalam pernyataan resmi, BI mengumumkan Uang Primer Adjusted sebesar Rp 2.228 triliun atau naik 18,3% (yoy).

“Ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 14,7% (yoy),” kata BI, Jumat (6/3).

Menurut BI, perkembangan ini didorong oleh meningkatnya pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia sebesar 33,6% (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8% (yoy). 

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan uang primer telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas atau pengendalian moneter adjusted,” ujar BI.

Sebagai informasi, Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. 

Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah