IHSG Sesi I Parkir di Zona Merah, Merosot 22,6% dari Rekor Tertinggi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,28% ke 7.070 pada perdagangan saham sesi pertama awal pekan ini, Senin (30/3). Apabila melihat performanya, IHSG sudah merosot 15,79% dalam sebulan terakhir dan sudah anjlok 18,23% secara year to date (ytd).
Menilik jauh ke belakang, IHSG sempat tembus all-time high (ATH) pada 20 Januari 2026 lalu ke level 9.134 dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 16.590 triliun. Lalu kini indeks telah menjauh dari level 9.000 dan atau sudah babak belur hingga 22,6%.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 7,72 triliun. Sementara itu volume 14,41 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,02 juta kali.
Sebanyak 245 saham menguat, 423 saham terkoreksi, dan 146 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sesi pertama hari ini sebesar Rp 12.511 triliun.
Dari sebelas sektor yang ada di BEI, delapan sektor terpantau merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni keuangan yang turun hingga 1,75%. Adapun saham yang berada di zona merah yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,73% ke Rp 6.450.
Di sisi lain, bursa saham Asia mayoritas di zona merah. Indeks Straits Times turun 0,01%, Nikkei anjlok 3,09%, dan Hang Seng tergelincir 0,72%. Sebaliknya Shanghai Composite naik 0,16%.
Saham top gainers:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 2,80% ke Rp 220
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 4.93% ke Rp 745
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 5,54% ke Rp 1.430
Saham top losers:
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) turun 8,97% ke Rp 71
- PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) turun 3,88% ke Rp 248
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,73% ke Rp 6.450