Rupiah Hari Ini Diproyeksi Bergerak Datar dengan Penguatan Terbatas

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Editor: Ahmad Islamy
16/4/2026, 09.27 WIB

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan stabil pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4). Proyeksi itu muncul di tengah perbaikan sentimen global yang belum sepenuhnya direspons oleh pasar domestik.

Analis Doo Financial, Lukman Leong menyampaikan, rupiah berpotensi berkonsolidasi atau bergerak datar terhadap dolar AS. Peluang penguatan mata uang nasional disebutnya masih terbatas.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi atau datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS. Sentimen global mulai membaik, namun sentimen domestik masih lemah,” ujarnya, Kamis (16/4).

Berdasarkan pantauan Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.133 per dolar AS menguat 0,6% atau 10 poin. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah kian melemah ke level Rp 17.139 per dolar AS turun 0,02% atau 4 poin.

Adapun pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup pada level Rp 17.143 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (14/4). Nilai tukar ini melemah 0,09% dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp 17.127 per dolar AS.

Menurut Lukman, meskipun kondisi global menunjukkan perbaikan, investor masih cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko di pasar domestik. Hal ini membuat aliran dana ke rupiah belum kembali optimal.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih fluktuatif turut menahan minat investor. Perubahan situasi yang cepat di kawasan tersebut membuat pelaku pasar memilih sikap wait and see, sehingga membatasi ruang penguatan rupiah meskipun tekanan global mulai mereda.

Dengan kombinasi faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 17.100 hingga Rp 17.200 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah