Rupiah Diproyeksikan Bergerak Datar Jelang Pengumuman RDG BI
Nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak terbatas atau cenderung datar pada perdagangan hari ini. Proyeksi itu seiring dengan sikap pelaku pasar yang memilih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan sore nanti.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, menyampaikan bahwa investor saat ini berada dalam posisi menunggu sembari memantau, menahan transaksi besar sambil mencermati arah kebijakan moneter bank sentral. Kondisi ini membuat pergerakan rupiah cenderung berkonsolidasi dalam rentang sempit.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi atau datar, dengan investor wait and see menantikan hasil RDG BI sore ini,” ujar Lukman kepada Katadata, Rabu (22/4).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.155 per dolar AS melemah 0,08% atau 13 poin. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah melemah Rp 17.162 per dolar AS turun 0,11% atau 19 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 17.142 per dolar AS, naik 26 poin atau 0,15% dibandingkan penutupan Senin (20/4) di Rp 17.168 per dolar AS.
Dari sisi eksternal, sentimen global dinilai masih bercampur. Perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memberikan sedikit ketenangan pasar. Namun, penolakan Iran untuk kembali ke meja perundingan menjadi faktor yang menahan optimisme lebih lanjut.
Kombinasi faktor domestik dan global tersebut diperkirakan akan membuat rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini.