Purbaya Andalkan Swasta demi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Penulis: Ade Rosman
6/5/2026, 05.00 WIB

Pemerintah mengandalkan peran sektor swasta sebagai pendorong utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 6%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan strategi kebijakan saat ini difokuskan pada percepatan aktivitas dunia usaha seiring dengan dukungan fiskal dan moneter yang terus diperkuat.

Purbaya menyebut kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian mencapai sekitar 90%. Karena itu, pemerintah akan lebih aktif mendorong pelaku usaha agar ekspansi lebih agresif melalui berbagai insentif dan kemudahan pembiayaan.

“Kalau private sector bergerak, ekonomi akan berjalan lebih cepat,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

Bendahara negara ini mengungkapkan, salah satu langkah yang disiapkan dengan pemberian kredit berbunga rendah bagi industri padat karya, seperti tekstil hingga alas kaki. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung peremajaan mesin dan peningkatan produktivitas, sekaligus memperkuat daya saing ekspor.

Untuk menopang rencana tersebut, ia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mengidentifikasi perusahaan yang membutuhkan dukungan.

"Saya akan panggil perusahaan-perusahaan tekstil, sepatu, yang membutuhkan peremajaan mesin segala macam akan saya beri bunga rendah lewat program melalui Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia," kata dia.

Di sisi lain, Purbaya mengatakan pemerintah memastikan likuiditas di sistem keuangan tetap memadai. Pertumbuhan uang primer (base money) di angka 18% pada April, kata Purbaya, mencerminkan adanya ruang ekspansi yang cukup.

Dengan kondisi ini, ia memperkirakan pertumbuhan kredit akan meningkat secara bertahap menuju kisaran 15%. Selain itu, penurunan suku bunga juga diharapkan menjadi pendorong tambahan bagi dunia usaha.

Ia mengklaim, kombinasi kebijakan yang ditempuh pemerintah mulai menunjukkan hasil, yang mana tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61%. Ia meyakini jika dijalankan dengan konsisten pada kebijakan dan penguatan sektor swasta, akan membawa laju pertumbuhan menuju 6% secara bertahap.

“Kita masih dalam fase ekspansi dan akselerasi. Tantangan ada, tapi terus kita perbaiki,” kata Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman