Prabowo Minta Bunga PNM Mekaar Turun di Bawah 9%

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Presiden Prabowo Subianto berjoget bersama warga saat berkunjung ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/6/2026). Dalam kunjungannya ke pulau terluar di wilayah utara Indonesia itu Presiden Prabowo mengatakan akan membangun kampung nelayan dan memperbaiki fasilitas kesehatan di Pulau Miangas untuk menyejahterahkan warga.
13/5/2026, 17.29 WIB

Presiden Prabowo Subianto meminta penurunan suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar menjadi di bawah 9%. Ia menyebut langkah ini sebagai koreksi kebijakan pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera.

Prabowo menilai struktur bunga kredit super mikro Program Mekaar yang selama ini berada di kisaran 24% tidak mencerminkan prinsip keadilan, terutama jika dibandingkan dengan bunga kredit yang diterima pelaku usaha besar yang berada di level sekitar 9–10%.

"Kredit super mikro Rp 2 juta sampai Rp 10 juta dikenakan bunga 24%. Padahal pengusaha-pengusaha besar kalau ke bank mungkin dapat 9%. Bayangkan, orang kaya diberi 9%, orang miskin 24%," kata Prabowo saat memberikan sambutan Penyerahan Denda dan Lahan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/5).

Prabowo mengatakan dirinya telah memberikan arahan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani untuk dapat menurunkan bunga kredit PNM Mekaar.

Ketua Umum Partai Gerindra itu memberikan perintah agar bunga kredit Mekaar dapat ditekan di bawah 9%. "Ini keputusan politik yang sudah saya ambil bahwa bunga untuk kredit keluarga prasejahtera dari 24$ harus turun di bawah 9%," ujar Prabowo.

Ia kemudian menanyakan kesanggupan tersebut kepada Rosan. Rosan kemudian merespons arahan itu dengan menyatakan kesiapan lembaganya untuk menurunkan bunga hingga menjadi 8%.

"Kamu (Rosan) sengata pilih angka 8. Kenapa tidak 7%? Ya sudah, pokoknya harus di bawah 9%. Masa orang miskin bayar bunganya lebih besar dari orang kaya," kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu