LPS Sebut Simpanan Nasabah Tumbuh, Tak Lihat Fenomena Makan Tabungan
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, kondisi simpanan masyarakat di perbankan masih menunjukkan pertumbuhan positif di seluruh kelompok nominal tabungan. Hal ini membantah anggapan bahwa masyarakat menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagaimana terjadi dalam beberapa periode terakhir.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi mengatakan simpanan dengan nominal hingga Rp 100 juta masih mencatatkan pertumbuhan yang baik sepanjang tahun ini.
"Pertumbuhan simpanan yang nilainya sampai dengan Rp 100 juta pada Mei 2026 dibandingkan Mei 2025 mencapai 4,95%. Jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025 yang tumbuh 3,43%, sebenarnya trennya positif dan membaik," ujar Doddy dalam konferensi pers, Kamis (25/6).
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa dana simpanan kelompok nasabah kecil masih terus meningkat, baik dari sisi nominal maupun laju pertumbuhannya.
"Artinya secara level masih terus naik dan secara pertumbuhan juga membaik. Jadi fenomena yang disebut sebagai makan tabungan tidak tercermin dari angka-angka ini," katanya.
Doddy menjelaskan, seluruh kelompok simpanan berdasarkan nilai tercatat mengalami pertumbuhan positif hingga Mei 2026. Kelompok tersebut mencakup simpanan di bawah Rp 100 juta, Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar, Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar, Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar, serta simpanan di atas Rp 5 miliar.
Pada kelompok simpanan besar, yakni di atas Rp 5 miliar, pertumbuhan masih berada pada level dua digit sebesar 21,45% secara tahunan. Namun, angka tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 yang mencapai 22,76%.
Meski demikian, perlambatan tersebut tidak mengubah fakta bahwa seluruh kelompok simpanan masih berada dalam tren ekspansi.
"Semua kelompok simpanan tumbuh positif. Tidak ada kelompok penyimpan yang pertumbuhannya negatif atau mengalami penurunan," katanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan total simpanan perbankan yang mencapai 13,4% pada Mei 2026 didukung oleh seluruh kelompok penabung.