Hong Kong Perkuat Ekosistem Inovasi Asia, Indonesia Masuk Radar Investasi
Hong Kong tengah mempercepat ambisinya menjadi salah satu pusat inovasi dan teknologi utama di Asia dengan membangun ekosistem yang menghubungkan Tiongkok, Asia Tenggara, dan pasar global. Di tengah pertumbuhan pusat ekonomi di Asia, Indonesia masuk dalam radar sebagai salah satu pasar strategis bagi ekspansi investasi dan pengembangan teknologi.
Melalui Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP), pemerintah Hong Kong membangun ekosistem inovasi yang saat ini menaungi lebih dari 2.400 perusahaan teknologi dari 26 negara dan wilayah. HKSTP saat ini didukung lebih dari 17.000 peneliti, serta telah melahirkan 13 perusahaan rintisan berstatus unicorn.
Chief Ecosystem Development Officer HKSTP Eric Or, mengatakan saat ini mereka tengah memfokuskan pengembangan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bioteknologi, robotika, teknologi keuangan (fintech), hingga teknologi kota pintar (smart city). Kawasan inovasi ini menjadi salah satu instrumen utama Hong Kong untuk memperkuat posisinya sebagai pusat teknologi internasional di Asia.
Eric mengatakan meskipun kondisi pendanaan global menghadapi tantangan, minat investor terhadap startup teknologi berkualitas masih sangat besar. Menurut dia, HKSTP tidak hanya menyediakan ruang kerja bagi startup, tetapi juga berperan aktif sebagai investor awal untuk membangun kepercayaan pasar
"Saya pikir investor masih ada di luar sana. Masih banyak orang kaya yang mencari peluang investasi. Yang terpenting adalah kualitas perusahaan dan kualitas startup," kata Eric dalam wawancara di Hong Kong Science Park, Senin (29/6).
Berbeda dengan model investasi konvensional, HKSTP mengadopsi pendekatan pendampingan jangka panjang terhadap perusahaan rintisan. Eric mengibaratkan hubungan antara HKSTP dan startup seperti hubungan orang tua dengan anak.
"Kami merawat mereka seperti anak kami sendiri. Bahkan ada perusahaan yang telah bersama kami selama 20 tahun. Setelah mereka lulus dari program inkubasi, kami tetap membantu mereka memperoleh bisnis dan mengembangkan jaringan," katanya.
HKSTP tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga membantu startup memperoleh talenta, mengembangkan model bisnis, hingga memperluas pasar internasional. Menurut Eric, salah satu kesalahan yang sering dilakukan pendiri startup adalah terlalu fokus pada teknologi tanpa memikirkan aspek komersialisasi.
"Kami selalu mengatakan bahwa jika teknologi tidak bisa dijual, maka teknologi itu tidak baik. Pada akhirnya, ini bukan soal teknologi, melainkan bagaimana menyelesaikan masalah bisnis," ujarnya.
Karena itu, dalam proses seleksi startup, HKSTP lebih menekankan kualitas pendiri dibandingkan teknologi yang dimiliki.Hal itu diperlukan untuk memastikan keberlanjutan usaha terjaga dalam jangka panjang.
Lebih jauh Eric mengatakan bahwa kecerdasan buatan atau AI menjadi tren teknologi paling dominan dalam beberapa tahun terakhir. Hampir seluruh perusahaan teknologi yang berada dalam ekosistem HKSTP kini telah mengintegrasikan unsur AI dalam model bisnis mereka.
"AI menjadi sangat populer karena teknologinya sudah semakin matang dan mudah diakses. Sekarang hampir semua perusahaan teknologi menggunakan AI dalam bisnisnya," ujar dia.
Selain AI, sektor bioteknologi juga berkembang pesat di Hong Kong. Menurut Eric, hal tersebut didukung oleh kualitas universitas dan lembaga riset Hong Kong yang memiliki reputasi global. Meski demikian, Eric menjelaskan bahwa HKSTP tidak menentukan tren teknologi tertentu, melainkan mengikuti kebutuhan pasar.
"Kami membiarkan pasar menentukan tren. Tugas kami adalah mendukung perusahaan yang mampu menjawab kebutuhan pasar tersebut," ujarnya.
Greater Bay Area Jadi Mesin Pertumbuhan
Selain dukungan pemerintah Hong Kong, salah satu faktor yang memperkuat ekosistem inovasi Hong Kong adalah integrasi dengan Greater Bay Area (GBA). Kawasan pusat ekonomi ini menghubungkan Hong Kong, Makau, Shenzhen, Guangzhou, dan sejumlah kota lain di Tiongkok Selatan dengan total populasi lebih dari 80 juta jiwa.
"Kami sangat beruntung menjadi bagian dari Greater Bay Area. Semua kota dapat dijangkau dalam waktu sekitar satu setengah jam, dan masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda sehingga saling melengkapi, bukan saling bersaing," kata Eric.
Ia menjelaskan bahwa Hong Kong berperan sebagai pusat pendanaan dan internasionalisasi, sementara kota-kota lain di GBA memiliki keunggulan di sektor manufaktur, riset, maupun teknologi. Dengan sumber daya yang ada, KHSTP terus mengembangkan peluang investasi ke berbagai negara termasuk di Asia Tenggara seperti Indonesia yang dipandang memiliki potensi besar dalam pengembangan kecerdasan buatan, teknologi hijau, kendaraan listrik, dan layanan keuangan digital.
Beberapa perusahaan dalam ekosistem HKSTP telah mulai mengembangkan ekspansi internasional. LeafIoT Technology, misalnya, mengembangkan teknologi pengelolaan aset hijau berbasis AI, IoT, dan blockchain yang telah digunakan di 12 negara.
Sementara ONE ENERGY mengembangkan solusi kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi berkelanjutan.. Perusahaan tersebut melihat pertumbuhan kendaraan listrik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai peluang besar untuk pengembangan ekosistem transportasi rendah emisi.
Di sektor keuangan digital, Ksher memanfaatkan meningkatnya konektivitas ekonomi antara Tiongkok dan Asia Tenggara. Perusahaan yang didirikan pada 2016 itu menyediakan layanan pembayaran lintas negara (cross-border payment) untuk pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah.
Dengan dukungan investor seperti Sequoia Capital dan MindWorks Ventures, Ksher mengembangkan layanan pembayaran digital yang menghubungkan pelaku usaha Tiongkok dengan pasar Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan menjadi salah satu terbesar di kawasan menjadi daya tarik utama bagi ekspansi layanan pembayaran lintas negara.
Dengan dukungan pemerintah Hong Kong dan integrasi ekonomi Greater Bay Area, Hong Kong kini berupaya memosisikan diri bukan hanya sebagai pusat keuangan Asia, tetapi juga sebagai pusat inovasi yang menjadikan Asia Tenggara. Saat ini, Eric mengatakan Indonesia, juga menjadi salah satu mitra strategis pertumbuhan berikutnya.