Merajut Kepercayaan di Balik Setiap Transaksi 

Katadata
Layanan atm keliling Bank Jakarta di Jakarta Kreatif Festival, Sabtu (4/7)
Penulis: Ira Guslina Sufa
31/7/2026, 08.02 WIB

Di tengah keriuhan dan derap musik yang mengalun dari panggung utama perhelatan Jakarta Kreatif Festival (JKF) siang itu, Sabtu (4/7) Alia memacu langkah menuju salah satu sudut Istora Senayan Jakarta. Ia sedikit tergopoh, anak lelakinya sudah menunggu. 

Datang ke festival siang itu Alia tak membawa uang tunai. Ini sudah menjadi kebiasaan yang hampir tiap hari ia lakukan, meminimalisir penggunaan uang tunai sehingga mayoritas transaksi ia selesaikan secara digital. Namun hari itu sang anak meminta uang tunai lantaran ingin belanja di salah satu booth dan ingin belajar mandiri dengan melakukan transaksi langsung. 

Alia yang tak membawa uang tak punya pilihan selain harus mendapatkan uang tunai. Setelah bertanya ke petugas, ia lega lantaran di festival itu ada mobil ATM Keliling yang disediakan Bank Jakarta yang merupakan perbankan pilihannya.

Di Festival itu, ATM Bank Jakarta berada di tempat yang mudah diakses. Letaknya tak jauh dari gerbang utama Istora Senayan yang juga sekaligus menjadi pintu masuk ke area festival. Alia pun menyelesaikan penarikan uang tunai yang akan ia berikan pada sang anak. 

“Terbantu sekali dengan adanya ATM di lokasi acara,” ujar Alia kepada Katadata.co.id kala itu.  

Keberadaan ATM di arena festival tak hanya membantu Alia. Salah seorang satpam yang berjaga mengatakan mobil kas keliling yang juga dilengkapi dengan ATM itu sering hadir di titik keramaian Jakarta seperti acara musiman atau juga area perkantoran. 

Di fasilitas yang sudah disediakan Bank Jakarta sejak 2013 itu nasabah bisa melakukan tarik tunai, cek saldo, dan pelayanan kas. Ia mengatakan lokasi ATM keliling itu   biasanya terletak di titik-titik yang mudah terlihat agar lebih memudahkan nasabah. 

Keberadaan mobil layanan keliling memang menjadi salah satu fasilitas yang dihadirkan perusahaan untuk memudahkan nasabah. Berbagai fasilitas pun terus ditingkatkan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat. 

Setelah berdiri sejak 1961, Bank Jakarta yang dulu bernama Bank DKI pun telah berkembang menjadi perbankan yang mendukung ekosistem digital. Seorang nasabah Bank Jakarta lainnya, Nina (28 tahun) mengaku sangat senang dengan layanan digital dari Bank Jakarta yang terus berkembang. Apalagi sejak awal tahun ini Bank Jakarta sudah tergabung dengan jaringan global Visa. 

Menurut Nina sejak Bank Jakarta tergabung dengan Visa ia mulai bergeser menggunakan Bank Jakarta sebagai kartu atm utama. Biasanya rekening Bank Jakarta hanya ia gunakan sebagai penampung gaji yang memang didistribusikan melalui bank daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu. Namun sejak Bank Jakarta tergabung dengan Visa ia jadi lebih sering memakainya lantaran layanan yang diberikan sudah tidak lagi ada bedanya dengan bank swasta pada umumnya. 

“Sekarang kalau transfer-transfer pun sudah tidak ragu lagi karena biayanya sudah sama dengan standar BI Fast,” ujar Nina bercerita kepada Katadata Kamis (30/7)

Tak hanya untuk transfer, Nina mengatakan kini jadi lebih aktif menggunakan layanan Bank Jakarta untuk pembayaran digital yang tersedia melalui aplikasi JakOne Mobile. Selain mudah, menurut Nina juga banyak promo yang disediakan. Terlebih yang berkaitan dengan berbagai event seperti peringatan ulang tahun Jakarta atau Jakarta Fair. 

“Kemarin itu bahkan banyak promo, ada yang makan platinum diskon 30% kalau pakai Bank Jakarta,” ujar Nina. 

Menurut Nina meski ia baru bekerja di lingkungan Pemprov DKI Jakarta kurang dari dua tahun terakhir, namun ia sudah lama memanfaatkan fasilitas dari Bank Jakarta terutama bila ingin berkeliling ke berbagai destinasi wisata di Jakarta seperti Ragunan, Monas, dan sejumlah museum. Berbagai promosi pun sering ia manfaatkan untuk berkeliling Jakarta menggunakan berbagai moda transportasi seperti LRT dan MRT. 


Grand Launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta yang berlangsung di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1). (Bank Jakarta)

Menyulam Kepercayaan, Selangkah demi Selangkah

Apa yang dirasakan Alia dan Nina hari ini merupakan hasil perubahan yang telah disulam Bank Jakarta selama bertahun-tahun. Di balik kemudahan menarik uang tunai di tengah festival, membayar transportasi umum, hingga bertransaksi melalui telepon genggam, terdapat proses transformasi panjang yang terus dilakukan Bank Jakarta untuk mengikuti perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan perubahan itu bukan lagi sekadar menghadirkan produk perbankan. Kini, yang dibangun adalah sebuah ekosistem, tempat masyarakat dapat berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa lagi memikirkan bagaimana cara membayar, mentransfer uang, atau mengakses layanan perbankan.

"Orang itu sudah enggak melihat bank itu dari produknya, tapi dari seberapa mudah, murah, cepat, aman layanan atau bahkan ekosistem yang ditawarkan oleh bank itu sendiri," ujar Agus di Jakarta (21/7). 

Perubahan perilaku itulah yang menjadi titik tolak transformasi Bank Jakarta. Lembaga yang berdiri pada 1961 dengan nama Bank DKI ini selama puluhan tahun dikenal sebagai bank pembangunan daerah yang menjadi mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan berubahnya cara masyarakat mengelola keuangan, perusahaan menyadari bahwa peran bank tidak lagi cukup hanya sebagai tempat menyimpan uang atau menyalurkan kredit.

Transformasi kemudian dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan layanan digital, perluasan kanal transaksi, hingga pembaruan identitas perusahaan. Pergantian nama dari Bank DKI menjadi Bank Jakarta menjadi simbol arah baru perusahaan untuk tumbuh sebagai bank modern yang lebih dekat dengan masyarakat, mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus terhubung dengan ekosistem pembayaran global. Langkah itu diperkuat melalui pengembangan aplikasi JakOne Mobile, kerja sama dengan jaringan pembayaran Visa, serta peningkatan berbagai layanan digital yang semakin terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari warga Jakarta.

Perubahan identitas tersebut juga diikuti pembaruan cara melayani nasabah. Salah satu wujudnya adalah pengembangan Future Branch, konsep kantor cabang yang menggabungkan kemudahan layanan digital dengan pelayanan tatap muka dalam satu pengalaman yang lebih cepat, sederhana, dan nyaman.

Kehadiran Future Branch di Kantor Cabang Pembantu Kebayoran Park menjadi bagian dari strategi tersebut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang didampingi Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta menyebut pengembangan konsep Future Branch merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih modern, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai transformasi tersebut tidak hanya memperkuat kualitas pelayanan Bank Jakarta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Inovasi itu diharapkan mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global dengan layanan publik yang semakin terintegrasi.


KCP Masa Depan Bank Jakarta (Bank Jakarta)

Saat Digital Menjadi Kebiasaan Baru 

Transformasi yang dilakukan Bank Jakarta tidak berhenti pada perubahan identitas maupun pembaruan kantor cabang. Ujian sesungguhnya justru terjadi ketika inovasi itu hadir dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Dari ruang pameran, pusat perbelanjaan, hingga berbagai layanan publik, Bank Jakarta mulai membangun ekosistem transaksi digital yang semakin dekat dengan kehidupan warga. 

Transformasi juga tampak ketika Bank Jakarta hadir di berbagai ruang publik tempat masyarakat beraktivitas. Pada penyelenggaraan Jakarta Fair 2026 misalnya, Bank Jakarta tidak sekadar membuka stan promosi. Melalui konsep Engagement Store, pengunjung dapat membuka rekening secara daring melalui aplikasi JakOne Mobile, mengajukan pembiayaan, memanfaatkan ATM-CRM untuk setor dan tarik tunai, hingga menikmati berbagai promo transaksi di tenant maupun pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam pameran.

Di lokasi yang sama, masyarakat bahkan dapat membayar Pajak Kendaraan Bermotor maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor menggunakan mesin EDC maupun aplikasi JakOne Mobile. Bagi pengunjung, seluruh layanan tersebut hadir sebagai bagian dari pengalaman menikmati pameran. Namun di balik itu, Bank Jakarta tengah membangun kebiasaan baru: menghadirkan layanan keuangan di ruang-ruang tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan kehadiran Engagement Store bertujuan menghadirkan pengalaman bertransaksi yang mampu memperkuat keterlibatan antara Bank Jakarta dengan masyarakat.

"Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi layanan serta memperluas kolaborasi untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

Transformasi layanan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan jaringan transaksi. Awal 2026 menjadi salah satu tonggak penting ketika Bank Jakarta bergabung dengan jaringan pembayaran global Visa. Bagi sebagian nasabah, perubahan itu mungkin hanya terlihat dari logo baru yang tertera pada kartu debit. Namun bagi Nina, perubahan tersebut membuat rekening Bank Jakarta yang sebelumnya hanya digunakan sebagai tempat menerima gaji kini menjadi rekening utama untuk berbagai kebutuhan transaksi.

Kemudahan transfer melalui BI Fast, pembayaran digital melalui JakOne Mobile, hingga beragam promosi yang ditawarkan membuat layanan Bank Jakarta semakin sering menjadi pilihan dalam aktivitas sehari-hari. Meski terus memperluas layanan digital, Bank Jakarta menyadari bahwa kemudahan saja tidak cukup untuk membangun kepercayaan. Dalam ekosistem digital, rasa aman menjadi fondasi utama.

Penguatan keamanan siber menjadi salah satu fokus pengembangan berikutnya. Menurut Agus, transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya menyangkut pengembangan bisnis dan layanan digital, tetapi juga mencakup pembangunan fungsi khusus yang menangani keamanan digital agar mampu mengantisipasi meningkatnya ancaman siber terhadap industri perbankan.

Semakin banyak transaksi berpindah ke ruang digital, semakin besar pula tuntutan masyarakat terhadap keamanan data. Karena itu, transformasi digital tidak hanya diukur dari kemudahan, tetapi juga dari kemampuan menjaga kepercayaan nasabah. 

"Ke depan, penguatan terhadap keamanan siber dan berbagai aspek keamanan digital akan menjadi bagian dari langkah yang akan kami jalankan berikutnya," katanya.

Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan lanskap industri keuangan. Agus menilai tantangan perbankan saat ini bukan lagi semata persoalan menghimpun dana atau menyalurkan kredit. Perubahan perilaku masyarakat membuat bank harus mampu menghadirkan pengalaman layanan yang cepat, aman, mudah diakses, sekaligus relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Di tengah perubahan tersebut, Bank Jakarta memilih memperkuat kualitas layanan dibanding mengejar pertumbuhan yang agresif. Perseroan lebih menitikberatkan pada pertumbuhan yang sehat dan berkualitas melalui penguatan kualitas layanan, pengelolaan risiko, serta pembangunan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Bagi Alia maupun Nina, berbagai strategi bisnis tersebut mungkin tidak pernah mereka pikirkan. Yang mereka rasakan hanyalah pengalaman sederhana: dapat menarik uang ketika dibutuhkan, membayar perjalanan tanpa repot membawa uang tunai, memperoleh berbagai promo saat menikmati Jakarta, hingga bertransaksi melalui aplikasi yang semakin mudah digunakan.

Kepercayaan pun kian tumbuh bukan dari besarnya gedung bank atau rumitnya teknologi yang digunakan, melainkan dari pengalaman-pengalaman kecil yang terus berulang. Setiap transaksi yang berjalan lancar, setiap pembayaran yang berhasil dilakukan, setiap layanan yang hadir ketika dibutuhkan menjadi benang-benang halus yang perlahan menyulam kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital. Dan bagi Nina, semua perubahan itu bermuara pada satu hal sederhana saat ia tak lagi cemas ketika harus bertransaksi, baik dengan uang tunai maupun secara digital. 



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.