Rencana IPO, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PT INTI
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir merombak jajaran direksi PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) untuk dapat melakukan penyehatan berkelanjutan. Personil jajaran direksi yang baru akan memperkuat program INTI Reborn yang memuluskan target penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering atau IPO) pada 2025 mendatang.
Vice President Sekretaris Perusahaan, Rizqi Ayunda Pratama, mengatakan PT INTI akan mengeksekusi IPO serta akuisisi target jangka panjang untuk memperkuat inorganic growth. Perombakan jajaran direksi perusahaan dilakukan sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-256/MBU/11/2022 yang ditandatangani pada Senin (14/11).
Erick merombak komposisi direksi Industri Telekomunikasi Indonesia yang berasal dari PT Telkom Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk. Hal ini dilakukan Erick setelah dirinya memperkuat formasi dewan komisaris berlatar belakang pengalaman di bidang restrukturisasi dan revitalisasi pada 21 Oktober 2022.
"Targetnya, kapabilitas dan rekam jejak dari personil baru direksi INTI itu akan memperkuat program komprehensif yakni INTI Reborn yang fokus pada penataan dan penajaman portofolio bisnis serta restrukturisasi finansial dan kapital," kata Rizqi, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (15/11).
Berikut susunan direksi PT INTI yang baru:
- Direktur Utama : Edi Witjara
- Direktur Operasi : Ahmad Taufik
- Direktur Keuangan, SDM, Hukum dan Manajemen Risiko: Tantang Yudha Santoso
Direktur Utama INTI, Edi Witjara, mengatakan pengangkatan direksi dapat menjadi pesan positif dari Menteri BUMN dan Manajemen PPA untuk memperkuat proses restrukturisasi yang sedang disusun oleh perusahaan.
"Proses berkelanjutan ini kami targetkan dapat memberikan benefit bagi negara di masa mendatang,”katanya.
Edi Witjara sebelumnya menjabat sebagai Director of Enterprise & Business Service Telkom Indonesia pada Juni 2020. Dirinya juga sempat menempati berbagai posisi strategis, seperti Penasehat Senior Kantor Staf Presiden Republik Indonesia pada 2020-2022, Komisaris Utama PT Telkom Satelit Indonesia sejak 2020 sampai 2022, dan Komisaris Utama PT PINS Indonesia pada 2020 sampai 2022.
Pria kelahiran Kediri tersebut juga pernah menjabat sebagai Direktur Human Capital Management Telkom Grup pada 2019 sampai 2020. Serta Anggota Senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University pada 2018 sampai 2022.