DOID Raih Kontrak Pengelolaan Tambang di Australia Senilai Rp598,7 M

BUMA Australia
Penulis: Shabrina Paramacitra - Tim Publikasi Katadata
16/4/2023, 15.48 WIB

BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia) memperoleh kontrak baru dari BHP Mitsubishi Alliance (BMA) untuk menyediakan jasa pertambangan di kawasan tambang batu bara metalurgi (metallurgical coal) Saraji di Bowen Basin, Queensland tengah, Australia. Cucu usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk itu mendapat kontrak senilai A$60 juta atau setara Rp598,7 miliar.

Kontrak tersebut berlaku selama lebih dari 18 bulan dengan opsi perpanjangan 18 bulan. Perkiraan rata-rata produksi tahunannya yakni 7 mbcm p.a.

CEO BUMA Australia, Colin Gilligan, menegaskan kontrak ini merupakan wujud kepercayaan pelanggan. “Hal ini juga mencerminkan rekam jejak ekstensif tim profesional BUMA Australia dalam memberikan layanan pertambangan yang aman, efisien, dan konsisten untuk proyek tambang batu bara BMA,” katanya dalam siaran pers, dikutip Minggu (16/4).

BUMA Australia akan membuka lokasi penambangan baru (pit) di Tambang Saraji. Tambang Saraji pertama kali dikembangkan pada 1974 silam. Kawasan pertambangan itu merupakan salah satu tambang batu bara terbesar di Australia, dengan cadangan batu bara yang dapat diperoleh kembali.

Saat ini BUMA Australia menyediakan layanan awal penambangan dalam kegiatan tambang terbuka (pre-strip) dan penambangan batu bara di tiga tambang BMA di Queensland, yakni di Blackwater, Goonyella Riverside, dan Saraji.

Selain itu, BUMA Australia menyediakan jasa penambangan batu bara di Broadmeadow East dan Burton Mines. Kawasan tersebut dimiliki Bowen Coking Coal.

Presiden Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk, Ronald Sutardja, mengungkapkan keahlian perseroan pada industri pertambangan, khususnya dalam mematuhi praktik pertambangan yang baik, telah memperkuat hubungan perseroan dengan para pelanggan.

“Kontrak ini menjadi bukti komitmen Delta Dunia yang tak tergoyahkan dalam memperluas portofolio dan meningkatkan kegiatan pertambangan batu bara metalurgi kami,” ungkapnya.

Pada 2022, PT Delta Dunia Makmur Tbk memperluas diversifikasi portofolio melalui ekspansi kegiatan operasional penambangan metallurgical coal. Strategi itu menyumbang 13 persen pendapatan emiten bersandi saham DOID tersebut. Sementara itu, 87 persen pendapatan perseroan berasal dari operasi penambangan batu bara berjenis termal (thermal coal).

Ke depan, perseroan akan meningkatkan diversifikasi bisnis dengan berfokus pada rehabilitasi lokasi tambang dan pengembangan proyek infrastruktur di Indonesia. Selain itu, perseroan juga akan mengurangi ketergantungannya pada thermal coal, sehingga pendapatan grup (group revenue) dari thermal coal menjadi kurang dari 50 persen pada tahun 2028.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen perseroan dalam hal pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang kuat. Perseroan juga menjalankan upaya keberlanjutan dengan berpedoman pada prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).