PT WIR Asia Tbk atau WIR Group mengantongi lima paten internasional dan enam patent pending atau paten tertunda. Paten-paten tersebut terkait riset dan pengembangan utilisasi teknologi imersif.

Paten global ini diperoleh melalui sistem The Patent Cooperation Treaty yang merupakan sistem pendaftaran paten ke berbagai negara anggota World Intellectual Property Organization dan diakui di 168 negara.

Direktur Utama WIR Group Michael Budi mengatakan, paten augmented reality (AR) yang diperoleh WIR Group mampu mendukung berbagai industri untuk menuju era smart society.

“Salah satu poin utama dari smart society adalah bagaimana masyarakat dapat mengintegrasikan kehidupannya dengan teknologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (24/5).

Penerapan paten yang dimiliki emiten dengan kode saham WIRG tersebut terlihat dalam seluruh unit bisnis yang dimilikinya. Salah satu contoh penerapan teknologi AR dibawah AR&Co adalah pemanfaatan untuk bidang edukasi, yang disebut juga dengan IseeAR. Fitur yang ditawarkan melalui aplikasi IseeAR menghadirkan produk apapun secara tiga dimensi yang bisa dilihat langsung secara detail dan imersif di saat konferensi video. 

Sementara penerapan solusi di sektor ritel yang sudah terimplementasi di masyarakat adalah hadirnya mesin DAV di banyak lokasi ritel dan tempat strategis lainnya. DAV memperkenalkan beragam fitur interaktif seperti face recognition yang diintegrasikan dengan artificial intelligence (AI).

 

Sebagai solusi virtual berbelanja, WIR Group melalui anak perusahaannya, Mindstores membangun sistem yang memanfaatkan AR, AI, dan virtual reality (VR) dalam membangun sistem bisnis teknologi secara keseluruhan.

Lebih lanjut, patent pending ini terkait riset mengenai utilisasi teknologi imersif yang terdiri dari AR, AI, VR, dan metaverse. “Teknologi imersif sendiri akan memiliki potensi penting dalam memberikan disrupsi kehidupan masyarakat dengan integrasinya pada penerapan teknologi canggih,” katanya.