Laba Bersih Arsy Buana Travelindo Naik 180% hingga Mei 2023

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Jamaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi kaÕbah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Jutaan jamaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat.
2/7/2023, 10.58 WIB

Perusahaan perjalanan wisata religi PT Arsy Buana Travelindo Tbk membukukan laba bersih Rp 16 miliar pada Januari hingga Mei 2023. Laba bersih tersebut naik 180% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,7 miliar.

Perusahaan mengumumkan, kenaikan kinerja itu sejalan dengan normalisasi wisata religi, ibadah umrah dan haji ke Arab Saudi. Hingga Mei 2023, perseroan membukukan pendapatan Rp 181 miliar, naik 77 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 102 miliar.

Direktur Utama ABT Saipul Bahri menuturkan, tren tersebut diprediksi terus berlanjut hingga akhir 2023. Sampai Mei 2023, perseroan memfasilitasi keberangkatan sekitar 3.500 jemaah umrah. Arsy Buana Travelindo bahkan meraih pemesanan kamar haji pada Juni 2023 dengan pendapatan Rp 72 miliar.

"Pada 29 Juli 2023, kami akan mulai melayani penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memberangkatkan jemaah umrah ke Tanah Suci. Ini akan terus bergulir sampai tahun depan,” kata Saipul usai rapat umum pemegang saham tahunan atau RUPS 2023 di Jakarta melalui siaran pers yang dikutip Minggu (2/7).

Selain itu, manajemen ABT meyakini realisasi pendapatan 2023 bisa menembus Rp 500 miliar atau di atas target Rp 461 miliar. Jumlah itu naik dari realisasi 2022 sebesar Rp318 miliar.

Dengan margin laba bersih atau net profit margin 8 persen, laba bersih ABT tahun ini bisa mencapai Rp40 miliar, naik tajam dari tahun lalu Rp2,48 miliar.

Saipul mengatakan, perseroan menargetkan menangani sekitar 16 ribu jemaah umrah ke Tanah Suci sepanjang 2023. Angka tersebut naik dari tahun lalu 14 ribu orang. Sedangkan target untuk tahun depan antara lain sebanyak 16 ribu sampai 18 ribu jemaah umrah.

"Jemaah umrah Indonesia mencapai 1,5 juta per tahun. Jumlah ini diyakini terus melesat, mengingat Arab Saudi menargetkan jumlah jemaah umrah menembus 30 juta pada 2030. Ini memperkuat prospek bisnis ABT," kata Saipul.

ABT adalah penyedia layanan umrah dan haji, meliputi penyediaan kamar hotel, tiket, dan land arrangement. Dalam menjalankan usaha, ABT bekerja sama dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau PPIU, hotel, dan maskapai penerbangan.

Saat ini, ABT bekerja sama dengan 112 penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Untuk penyediaan layanan kepada peserta, ABT menggandeng Hotel Fajr Bade 2 di Mekah dengan jumlah kamar 624 dan hotel Anshar Grup di Madinah sebanyak 1.068 kamar.

Dengan demikian, total kamar yang bisa disewakan ABT mencapai 1.692 unit dengan target penambahan kamar hingga 3.000 unit.

Adapun untuk bisnis tiket, kata Saipul, perseroan sudah mendapatkan kuota tiket ke Arab Saudi sebanyak 4.124 dari beberapa maskapai, antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, dan maskapai luar negeri. Dari jumlah itu, sebanyak 1.415 tiket telah terjual.

Saipul menegaskan, ABT berencana membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2023. Berdasarkan prospektus IPO, perseroan mengusulkan rasio dividen sebesar 25 persen.

Direktur Keuangan ABT Agung Prabowo Nugroho menyatakan, perseroan akan menjaga margin laba bersih 8 persen pada tahun ini, sehingga laba bersih ABT tahun 2023 bisa mencapai Rp40 miliar pada tahun ini.



Reporter: Antara