Lepas 9% Saham Smartfren, Dian Swastatika Raup Rp 2,4 Triliun

Smartfren
Cara Cek Nomor Smartfren
Penulis: Lona Olavia
22/9/2023, 14.03 WIB

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melepas 30,5 miliar atau setara 9,09% saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Divestasi saham FREN dilakukan oleh perusahaan pertambangan batu bara dan pembangkit listrik milik Grup Sinarmas tersebut pada 14-15 September 2023.

Harga pelaksanaan keduanya ditetapkan di Rp 79 per saham. Dengan demikian, nilai dari divestasi saham FREN ini mencapai Rp 2,40 triliun. Transaksi dibantu oleh PT Sinarmas Sekuritas.

“Tujuan dari transaksi tersebut untuk penataan kembali portofolio investasi,” kata Sekretaris Perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk  Susan Chandra dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (22/9). 

Harga transaksi adalah dalam mata uang rupiah per lembar saham. Status kepemilikan saham langsung dan tidak langsung.

Transaksi dilakukan secara dua tahap. Pada 14 September 2023 DSSA melepas sebanyak 13,80 miliar dan sehari berikutnya dilepas 16,70 miliar.

Dengan demikian, kepemilikan DSSA dalam FREN menyusut menjadi 22,48 miliar atau setara 6,70% dari sebelumnya mencapai 52,98 miliar atau setara 15,80%.

Pada perdagangan Jumat (22/9) pukul 14.00 WIB, saham FREN tengah stagnan di harga Rp 57 per saham. Secara tahun berjalan saham FREN mengalami penurunan 13,43%.

Sebelumnya beredar kabar bahwa operator nirkabel terbesar di Malaysia, Axiata Group Bhd dan konglomerat Indonesia PT Sinar Mas Group menghidupkan kembali wacana penggabungan atau merger atas penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia.

Menurut sumber Bloomberg, Selasa (5/9) PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dikabarkan sudah membicarakan ini dengan para penasihat untuk membantu penjajakan potensi transaksi.

Opsi-opsi lain yang sedang dipertimbangkan adalah perjanjian berbagi jaringan dan kemitraan. Adapun pembicaraan masih dalam tahap awal dan belum ada kepastian bahwa kesepakatan apapun akan terjadi.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan, perusahaan masih akan menunggu dan melihat perkembangan lebih lanjut ke depannya. “Belum ada pembicaraan, tapi mudah-mudahan saja,” kata Merza kepada Katadata.co.id, Selasa (5/9).