BDx Indonesia Akuisisi Data Center Indosat Rp 2,6 Triliun

Katadata/Nur Hana Putri Nabila
PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mengumumkan bahwa BDx Indonesia telah setuju untuk mengakuisisi pusat data yang dimiliki oleh Indosat senilai Rp 2,62 triliun.
10/1/2024, 20.04 WIB

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mengumumkan bahwa BDx Indonesia telah setuju untuk mengakuisisi pusat data yang dimiliki oleh Indosat senilai Rp 2,62 triliun. 

BDx Indonesia merupakan perusahaan hasil patungan Indosat, Data Centers (BDx), dan Lintasarta. Perusahaan itu telah setuju mengakuisisi portofolio carrier-neutral colocation dan edge sites milik ISAT di kota-kota besar. Di antaranya Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Bandung, hingga Semarang. 

Akuisisi ini juga termasuk sepuluh lokasi strategis yang terhubung ke enam kabel laut dalam negeri dan lima kabel laut internasional. Dalam mewujudkan akuisisi ini, BDx Indonesia mendapatkan fasilitas pinjaman dari tiga bank di Indonesia, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) sebesar Rp 2,62 triliun. 

Selain itu, transaksi ini juga menegaskan komitmen bersama dalam memberdayakan Indonesia melalui kemajuan teknologi. Dalam transaksi ini, FTI Capital Advisors bertindak sebagai penasihat keuangan bagi Indosat.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transaksi ini mendedikasikan perusahaan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan mendorong evolusi Indosat dari perusahaan telekomunikasi (telco) menjadi perusahaan teknologi (TechCo).

Melalui transaksi ini, kata Vikram, BDx Indonesia memiliki kapasitas data center lebih dari 150 MW+ di Indonesia melalui sepuluh fasilitas kolokasi, termasuk fasilitas baru yang sedang dibangun di kawasan sekitar Jakarta sebesar 15 MW.

Selain itu, BDx Indonesia juga akan memiliki hyperscale campus sebesar 100 MW di Suryacipta, Jakarta Timur, dan carrier-neutral edge site di semua pulau besar Indonesia yang dibangun sesuai dengan spesifikasi desain ramah lingkungan dan mampu mempercepat digitalisasi masyarakat Indonesia.

“Berkolaborasi dengan BDx Indonesia tidak hanya meningkatkan layanan pelanggan kami tetapi juga memperkuat komitmen kami untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” kata Vikram, Rabu (10/1). Dengan pusat data sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi digital, fasilitas ini diperkirakan siap untuk beroperasi pada kuartal keempat tahun 2024.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila