Indocement Sambut Positif Status Proyek Strategis Nasional PIK 2

Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gedung Semen Tiga Roda di kawasan Jakarta (30/10/2019).
26/3/2024, 11.36 WIB

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyambut positif atas status proyek Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK 2 Tropical Concept menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Direktur Utama INTP Christian Kartawijaya mengatakan, perusahaan menjadi salah satu yang menyediakan semen dan ready mix sejak lama dalam proses pembangunan Pantai Indah Kapuk. Ready mix merupakan beton siap pakai yang dibuat dengan campuran rangkaian bahan material. Perusahaan menyuplai tiga perusahaan untuk pembangunan PIK yaitu PT Adhimix Precast Indonesia, PT Merak Jaya Beton, dan anak usaha INTP sendiri yaitu PT Pioneer Beton Industri. 

"Saya baru tahu PIK 2 masuk PSN dan itu cukup positif kalau masuk. Bagi kami, kami siap sedia saja. Sebab di Jakarta dan Jabar, INTP salah satu pemain besar sebab kami punya sepuluh pabrik di Citeureup dan dua pabrik di Cirebon," kata Christian kepada wartawan, dikutip Selasa (26/3). 

Dia mengatakan status ini akan menjadi katalis positif bagi perusahaan yang menyuplai bahan-bahan bangunan dasar. Dirinya juga menyebut perusahaan ambil bagian dalam proyek PSN lain, seperti moda raya terpadu (MRT) hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kami juga suplai di Bumi Serpong Damai. Jadi proyek-proyek Jabodetabek biasanya kami dilibatkan karena kami punya pabrikan besar dan kami punya ready mix yang cukup besar juga di Jawa Barat dan Jakarta," tuturnya. 

Sebagai informasi, terdapat perencanaan dengan kisaran luas proyek 1.755 hektar di PIK 2 yang telah dikaji dan masih dalam tahap finalisasi. Sekretaris Perusahaan Pantai Indah Kapuk Dua Christy Grassela mengatakan, nantinya dibangun Safari sebagai destinasi wisata alam 

Lalu terdapat sirkuit internasional yang menyasar segmen eksklusif yakni para pecinta otomotif di PIK 2. Nantinya, sirkuit ini dapat menyelenggarakan balapan atau racing berskala nasional dan internasional.

"Dengan perhitungan sementara total investasi dapat mencapai sekitar Rp 40 triliun dan akan dibangun mulai tahun 2024, ditargetkan selesai pada tahun 2060," kata Christy kepada Katadata.co.id, Senin (25/3). 

Dalam perencanaan total investasi tersebut akan menggunakan dana dari pihak swasta dan tidak ditargetkan menggunakan APBN maupun APBD.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail