Sosok Bill Gates: Miliarder Dunia yang Puji MBG Prabowo, Diberi Gelar Kehormatan
Bos Microsoft Bill Gates melawat ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5). Kunjungan Gates tersebut membahas seputar inisiatif pembangunan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, orang terkaya nomor lima di dunia menurut Forbes ini menyatakan ketertarikan dengan program makan bergizi gratis atau MBG yang tengah dijalankan pemerintahan Prabowo. Adapun kunjungan ke Indonesia dilakukan Gates setelah menyambangi Singapura untuk meninjau beberapa pembangunan inisiatif miliknya.
Saat meninjau pelaksanaan MBG bersama Prabowo di Sekolah Dasar Neger (SDN) Jati 03, Pulogadung, Jakarta Timur, Bill Gates mengatakan program ini sangat bagus dan perlu dilanjutkan. Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana bahkan mengatakan Bill Gates menyebut MBG menjadi salah satu langkah intervensi gizi yang seharusnya difokuskan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia dini.
Kepedulian Bill Gates pada masyarakat Indonesia mendapat apresiasi dari Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu berencana memberikan gelar bintang tertinggi kepadanya. Rapat dewan tanda kehormatan pun akan segera digelar.
“Saya ingin atas nama bangsa Indonesia memberi bintang tertinggi kita untuk seorang warga negara asing karena jasa-jasanya untuk membantu rakyat Indonesia dan dunia,” kata Prabowo dalam pertemuannya dengan Bill Gates, Rabu (7/5).
Prabowo mengatakan bahwa Bill Gates telah memberikan dana hibah senilai US$ 159 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun sejak 2009. Selain itu, pendiri Microsoft itu juga menyalurkan bantuan di beragam sektor lainnya.
Beberapa bantuan yang diberikan antara lain di sektor kesehatan senilai US$ 199 juta, pertanian US$ 5 juta, teknologi US$ 5 juta hingga bantuan sosial lintas sektor lainnya lebih dari US$ 28 juta.
“Terutama hal-hal strategis seperti vaksin polio, beliau bantuan Rp 1,3 trilun dan sekarang Biofarma, produsen dua miliar dosis vaksin tiap tahun,” ujar Prabowo.
Kehadiran Gates merupakan bagian dari rangkaian dialog strategis mengenai kolaborasi global di isu kesehatan global, nutrisi, inklusi keuangan, dan infrastruktur digital publik.
Lantas siapa sebenarnya Bill Gates sehingga bisa mengucurkan dana hibah kemanusian kepada Indonesia?
Profil Bill Gates
Memiliki nama lengkap William Henry Gates III, ia lahir di Seattle, Washington pada 28 Oktober 1955. Sejak kecil Gates sudah menunjukkan minat terhadap dunia komputer. Ketertarikannya berkembang saat menempuh pendidikan di Lakeside School.
Ia kemudian bertemu dengan Paul Allen dan menjadi menjadi mitra dalam mendirikan Microsoft. Meskipun sempat menempuh studi hukum di Harvard University, Gates memilih untuk keluar dan fokus mengembangkan perangkat lunak komputer yang kemudian menjadi cikal bakal Microsoft.
Pada 1986, Microsoft mencatat sejarah dengan meluncurkan sistem operasi Windows. Initial Public Offering Microsoft pada tahun yang sama menjadikan Gates miliarder termuda pada usia 31 tahun.
Tak hanya di sektor teknologi, Bill Gates juga berkiprah di dunia saham seperti Canadian National Railway dan AutoNation yang menjadi salah satu pemilik lahan pertanian terbesar di Amerika Serikat.
Mengutip data terbaru dari Forbes Rabu (7/5) kekayaan Bill Gates saat ini mencapai US$ 112,5 miliar atau sekitar Rp 6.779 triliun. Total kekayaannya itu menjadikannya orang terkaya nomor lima di dunia.
Komitmen Filantropi yang Konsisten
Selain dikenal sebagai pendiri Microsoft, Gates juga santer karena pengaruhnya dalam gerakan filantropi global. Bersama mantan istrinya, Melinda, Bill Gates mendirikan William H. Gates Foundation yang kemudian berubah nama menjadi Bill & Melinda Gates Foundation.
Yayasan ini menjadi salah satu organisasi filantropi terbesar dan berpengaruh di dunia yang fokus pada isu-isu global seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan masyarakat, hingga akses air bersih.
Tak berhenti di situ, Gates juga menggagas inisiatif The Giving Pledge sebuah kampanye yang mendorong para miliarder dunia untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan mereka untuk tujuan sosial.
"Beberapa kegiatan filantropinya antara lain hibah senilai US $1,75 miliar untuk inisiatif vaksin, diagnostik dan penelitian selama pandemi virus corona. Kemudian yayasan tersebut menghabiskan US$ 5 miliar pada tahun 2019 untuk program di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," seperti yang dikutip dari Reuters, Rabu (7/5).
Kemudian, dihitung sejak tahun 1994 hingga 2018, ia bersama mantan istrinya menyumbangkan lebih dari US$ 36 miliar kepada yayasan tersebut. Investor kakap dunia, Warren Buffett juga telah menyumbangkan lebih dari US$ 29 miliar dari kekayaannya kepada Yayasan Gates sejak tahun 2006.