Prabowo Minta BUMN Setor US$ 50 Miliar Tiap Tahun Demi Hapus Defisit APBN
Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyetor minimal US$ 50 miliar atau setara Rp 808,75 triliun tiap tahun ke negara. Menurut Prabowo permintaan itu adalah hal wajar mengingat aset seluruh BUMN saat ini mencapai Rp 1.000 triliun.
Permintaan untuk BUMN itu disampaikan Prabowo saat pidato nota keuangan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8). “Harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita minimal US$ 50 miliar, kalau US$ 50 miliar, APBN kita tidak defisit,” ucap Prabowo.
Salah satu cara untuk mencapai target setoran, Prabowo meminta kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk membereskan perusahaan BUMN. Pembenahan tidak hanya dilakukan dalam pengelolaan aset tetapi juga dalam perbaikan manajemen di tingkat direksi dan komisari.
Sebelumnya, BPI Danantara disebut akan mengelola dividen perusahaan-perusahaan pelat merah sepanjang tahun. Dana ini akan jadi modal investasi utama Danantara.
“Kurang lebih yang dikontribusikan adalah Rp120 triliun. Jadi bagaimana kita bisa meningkatkan nilai kontribusi dividen ini yang akan dikelola dan direinvestasikan kembali oleh Danantara,” kata Managing Director Finance BPI Danantara, Arief Budiman, dalam acara ‘Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia’, Selasa (3/6) lalu.
Adapun sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) kakap telah menggelar rapat umum pemegang saham dan melaporkan pembagian dividen tahun buku 2024. Sebagian dividen ini akan masuk ke kas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Per Juni 2025, total dividen yang masuk ke kas negara dari 10 perusahaan pelat merah telah mencapai Rp 96,4 triliun. Jumlah ini sudah naik hampir 13% total keseluruhan dividen BUMN untuk negara tahun buku 2023 yang mencapai Rp 85,5 triliun.
Mayoritas setoran dividen ini berasal dari bank-bank milik negara yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Setoran keempat bank ini untuk tahun buku 2024 mencapai Rp59,1 triliun.
Terbesar, setoran berasal dari BBRI yang setoran dividennya mencapai Rp27,7 triliun. Untuk diketahui, total dividen BBRI tahun buku 2024 mencapai Rp51,7 triliun atau 86% dari laba 2024 sebesar Rp60,2 triliun.
Jumlah setoran dividen tersebut masih berpotensi bertambah. Ini lantaran belum semua BUMN memutuskan besaran dividen yang akan disetorkan ke Danantara, seperti Pertamina dan PT Pupuk Indonesia.