MEXC Foundation dan Triv Dorong Inovasi Ekosistem Blockchain Lewat Beasiswa
Industri blockchain Tanah Air mendapat dorongan baru dari kolaborasi antara MEXC Foundation dan Triv, perusahaan pedagang aset kripto lokal. Keduanya meluncurkan program beasiswa Future Innovators in Rising Economy (F.I.R.E), sebuah inisiatif pendidikan dan pengembangan talenta yang ditujukan untuk mencetak generasi baru inovator blockchain dan Web3 di Indonesia.
Program ini dirancang sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri, di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga terampil di sektor ekonomi digital. Melalui beasiswa ini, mahasiswa terpilih akan memperoleh dukungan biaya kuliah penuh, akses mentorship dari praktisi industri, hingga kesempatan membangun jejaring internasional di sektor blockchain.
“Melalui program F.I.R.E, kami ingin menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam membangun ekonomi digital yang inklusif,” ujar Justin Wang, CEO MEXC Foundation dalam keterangan resmi seperti dikutip Kamis (13/11). Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi berbasis blockchain karena didukung populasi muda dan ekosistem digital yang terus berkembang.
Menurut MEXC Foundation, F.I.R.E menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem blockchain di kawasan Asia Tenggara. Dengan tingkat adopsi digital yang tinggi, Indonesia dinilai dapat menjadi pasar sekaligus sumber talenta global di bidang teknologi desentralisasi.
Dalam program awal, sebanyak 20 mahasiswa dari 11 universitas mitra akan menerima beasiswa penuh selama satu semester. Selain pendanaan, peserta juga akan mengikuti pelatihan di F.I.R.E Mentorship Lab, yang menghubungkan mereka dengan pakar industri dan pengembang teknologi blockchain dari berbagai negara.
Para penerima beasiswa juga akan berperan sebagai Duta Mahasiswa Web3 untuk mengedukasi komunitas kampus mengenai pemanfaatan teknologi blockchain secara produktif dan bertanggung jawab.
Kolaborasi ini juga menandai strategi ekspansi MEXC Foundation di Indonesia, sekaligus memperluas peran Triv dalam membangun ekosistem pendidikan kripto domestik. CEO Triv Gabriel Rey mengatakan, kerja sama ini bukan hanya soal beasiswa, tetapi juga tentang membangun masa depan industri blockchain di Indonesia.
“Kami percaya generasi muda Indonesia dapat menjadi inovator global berikutnya di bidang blockchain dan Web3. Karena itu, kami berkomitmen mendukung pengembangan talenta sejak dini,” ujarnya.
Layani Lebih dari 3 Juta Pengguna
Sejak berdiri pada 2015, Triv telah melayani lebih dari 3 juta pengguna, menjadikannya salah satu platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia. Sementara MEXC Foundation, yang baru dibentuk pada Agustus 2025, berfokus pada investasi sosial di bidang pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis blockchain.
Kolaborasi ini juga mencerminkan arah baru industri kripto yang kini mulai menekankan aspek edukasi dan keberlanjutan. Selama ini, sektor kripto kerap diidentikkan dengan aktivitas spekulatif. Melalui program seperti F.I.R.E, kedua institusi ingin menggeser narasi tersebut dengan menonjolkan peran blockchain sebagai enabler bagi inovasi sosial dan ekonomi digital.
Program beasiswa ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun jalur pengembangan talenta (talent pipeline) di bidang blockchain. Di tengah pesatnya pertumbuhan startup Web3 dan meningkatnya permintaan akan profesional di bidang smart contract, keamanan digital, serta analitik blockchain, inisiatif pendidikan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi SDM nasional.
“Edukasi adalah kunci utama untuk memastikan teknologi blockchain tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tambah Gabriel Rey. “Kami ingin memastikan bahwa perkembangan industri ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan ekonomi nasional.”
Sejumlah pengamat menilai, langkah MEXC Foundation dan Triv dapat berperan sebagai model kemitraan ideal antara sektor industri dan akademik. Dengan keterlibatan universitas, mahasiswa tak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang relevan bagi masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas ini disebut sebagai kekuatan utama Indonesia dibanding negara Asia lainnya, karena mendorong inovasi dari bawah ke atas (bottom-up innovation).
Selain mendukung ekosistem pendidikan, program F.I.R.E juga memiliki dimensi ekonomi yang lebih luas. Indonesia saat ini menempati posisi strategis sebagai salah satu pasar ritel kripto terbesar di kawasan, dengan regulasi yang semakin jelas dan lingkungan adopsi yang kondusif. MEXC memandang kombinasi tersebut sebagai peluang untuk menempatkan Indonesia dalam peta global pengembangan teknologi blockchain.
Pendaftaran program F.I.R.E dibuka mulai 12 hingga 30 November 2025, sementara pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada 11 Desember 2025. Selain beasiswa dan pelatihan, peserta akan mendapatkan akses ke berbagai proyek kolaboratif, hackathon, dan jaringan profesional internasional yang disiapkan untuk menghubungkan mereka ke industri Web3 global.
Melalui langkah ini, MEXC Foundation dan Triv berharap dapat memperkuat fondasi ekosistem blockchain Indonesia bukan hanya dari sisi investasi, tetapi juga dari sisi pengetahuan dan inovasi. “Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa edukasi adalah fondasi terkuat untuk membangun masa depan ekonomi digital Indonesia,” ujar Justin Wang menutup pernyataannya.