Pengendali Perkuat Kepemilikan PANI, Kuasai Porsi Saham hingga 85,9 Persen

Muhammad Zaenuddin|Katadata
Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PT PANI) Sugianto Kusuma atau Aguan (kiri) tiba untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PANI di Jakarta, Jumat (15/9).
30/12/2025, 09.36 WIB

Emiten kongsi Sugianto Kusuma alias Aguan dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) meningkatkan kepemilikan sahamnya secara signifikan hingga mencapai 85,95% saham. Aksi borong saham tersebut membuat PANI merogoh kocek senilai Rp 14,64 triliun.

Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), porsi kepemilikan perseroan terhadap saham PANI melonjak dari 45,90% menjadi 85,95%. Sebelum transaksi, jumlah saham yang dimiliki PANI tercatat sebanyak 2,60 miliar saham. Setelah rangkaian pembelian, kepemilikan meningkat menjadi 4,87 miliar saham.

Aksi akumulasi tersebut dilakukan melalui pembelian saham biasa secara langsung dalam lima tahap sepanjang 15–19 Desember 2025. Seluruh transaksi dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp 6.450 per saham. Adapun tujuan aksi tersebut adalah untuk mempertahankan pengendalian saham atas perusahaan.

PANI membeli sebanyak 20,37 juta saham pada 15 Desember 2025, kemudian kembali menambah kepemilikan dengan membeli 782,61 juta saham pada 16 Desember.

Akumulasi saham tersebut berlanjut dengan membeli 225,53 juta saham pada hari berikutnya. Kemudian, perseroan menambah 466,44 juta saham pada 18 Desember. Aksi terakhir dilakukan dengan membeli 775,19 juta saham pada 19 Desember 2025.

Apabila dikalkulasikan, perseroan telah merogoh kocek sebesar Rp 14,64 triliun untuk membeli sebanyak 2,27 miliar saham PANI.

Tak hanya itu, PANI juga terpantau mencaplok sebesar 87,27% saham anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Transaksi tersebut dilakukan dengan membeli sebanyak 74.802.272 saham CBDK di harga bawah, senilai 6.450 pada 23 Desember 2025. 

Harga tersebut diskon 26,28% dibandingkan dengan harga saham CBDK saat penutupan periode tersebut di level 8.750 per saham. Aksi tersebut dilakukan PANI untuk mempertahankan status pengendali terhadap saham CBDK.

Sebelumnya, PANI telah menjalan aksi korporasi berupa penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Tak tanggung-tanggung, emiten kongsi Aguan-Salim tersebut membidik dana jumbo dalam aksi tersebut. 

Perseroan mematok harga Rp 12.975 per saham dengan menerbitkan sebanyak maksimal 1,21 miliar saham baru atau 6,69% dari total saham setelah pelaksanaan. Alhasil, apabila seluruh saham baru tersebut dapat diserap, PANI akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 15,73 triliun.  

Adapun jika seluruh saham baru tidak dibeli oleh pemegang HMETD, maka sisa saham akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan melebihi haknya. Termasuk di dalamnya PT MAP yang bersedia memesan tambahan 450,32 juta saham.

Dana besar itu digunakan PANI untuk penyertaan modal kepada anak usahanya CBDK. Aksi mencaplok saham CBDK akan dilakukan dengan skema pembelian saham milik PT Agung Sedayu dan PT Mekar Jaya di CBDK. Lewat aksi tersebut, PANI dan CBDK bakal melakukan pengembangan kawasan PIK2.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri