Danantara Indonesia Trust Bakal Kantongi 1% Total Dividen BUMN tiap Tahun

Katadata/Karunia Putri
Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo (tengah), hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan sejumlah lembaga mitra di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
26/5/2026, 06.05 WIB

Yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia yaitu Danantara Indonesia Trust (DIT) bakal mendapatkan pendanaan awal untuk menjalankan programnya. Jumlahnya mencapai US$ 100 juta atau setara Rp 1,77 triliun (asumsi kurs Rp 17.743 per dolar AS).

Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani mengatakan, ke depan, yayasan tersebut akan memperoleh dana sebesar 1% dari total dividen perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahun sebagai pembiayaan yayasan.

“Kami memang dalam policy, kebijakan kami, memang dana awal itu kami taruh US$ 100 juta. Dan memang dalam perencanaannya kami memberikan setiap tahunnya, mengisikan paling tidak 1% dari total dividen yang kami terima, dari semua BUMN yang ada,” kata Rosan ketika ditemui seusai penandatanganan MoU Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin (25/5).

DIT baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra yaitu Kementerian Kesehatan, Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya. Ke depan, DIT akan menggarap program strategis yang fokus pada kebudayaan, pendidikan, dan sanitasi air bersih.

Rosan mengatakan, Danantara Indonesia tidak hanya dibentuk untuk mengelola investasi negara, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial di Indonesia.

“Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial. Kami percaya penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat,” kata dia.

Putra Prabowo Didit Hediprasetyo Ikut dalam Kemitraan DIT

Seperti disebutkan di atas, MoU yang ditandatangani DIT kemarin menggandeng tiga kemitraan. Salah satunya terafiliasi dengan anak Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, untuk bidang Museum dan Cagar Budaya. 

Secara lebih terperinci, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan difokuskan pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, termasuk penyediaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin vaksin, hingga distribusi suplemen multiple micronutrient untuk ibu hamil guna mencegah stunting.

Program tersebut dijalankan di tengah masih tingginya tantangan kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data WHO dan UNICEF 2026, masih terdapat sekitar 960 ribu anak di Indonesia yang belum menerima imunisasi dasar alias zero dose.

Selain itu, angka kematian ibu di Indonesia masih mencapai 189 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara prevalensi wasting atau kekurangan gizi akut masih berada di level 7,4%.

Adapun kerja sama dengan Karya Salemba Empat mencakup pemberian beasiswa selama tiga tahun kepada sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut juga meliputi mentoring, pengembangan kepemimpinan, dan pelatihan kesiapan kerja.

Program itu digelar di tengah masih tingginya jumlah anak muda yang tidak bekerja, tidak bersekolah, maupun tidak mengikuti pelatihan atau not in education, employment, and training (NEET).

Sementata kerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya berfokus pada pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional guna meningkatkan akses publik terhadap pengetahuan dan literasi budaya.

Dalam penandatanganan MoU tersebut, Didit turut hadir dan menandatangani kerja sama terkait pengembangan program budaya.

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak mengatakan, setiap program dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang mendesak. Mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga akses pendidikan dan literasi budaya.

“Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi DIT sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia,” ujar Nuraini.

Ke depan, Danantara Indonesia Trust akan memperluas program catalytic, memperkuat kemitraan dengan institusi global, serta membuka peluang pendanaan bersama atau co-funding untuk memperbesar dampak sosial program yang dijalankan.

Danantara Indonesia Trust didirikan pada Oktober 2025 sebagai unit filantropi Danantara dengan mandat mengalokasikan sebagian dividen BUMN untuk program sosial strategis dan pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri