Danantara Indonesia Trust Luncurkan 3 Kemitraan Perdana di Bidang Prioritas

Katadata/Karunia Putri
Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo (tengah), hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan sejumlah lembaga mitra di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
25/5/2026, 19.59 WIB

Danantara Indonesia Trust (DIT), yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia,  menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Karya Salemba Empat, dan Museum dan Cagar Budaya.

Penandatanganan itu menandai peluncuran kemitraan strategis pertama DIT di bidang prioritas yakni kesehatan dan pendidikan.

Acara penandatanganan, yang diselenggarakan di Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, disaksikan oleh Pembina Danantara Indonesia Trust dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Pendiri Didit Hediprasetyo Foundation Didit Hediprasetyo, serta Pendiri Karya Salemba Empat Tatan A. Taufik.

Pembina Danantara Indonesia Trust dan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan, Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada kemajuan sosial Indonesia.

"Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi kami untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial, karena kami percaya bahwa penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya Senin (25/5).

Tiga Kemitraan, Satu Tujuan untuk Indonesia Tiga kemitraan yang diumumkan hari ini mencerminkan pendekatan menyeluruh dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Kemitraan dengan Kementerian Kesehatan berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu dan anak. Hal itu termasuk penyediaan vaksin heksavalen (hexavalent vaccine) untuk melindungi jutaan anak dari berbagai penyakit menular, memperkuat  infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen Multiple Micronutrient untuk membantu  keselamatan ibu hamil dan melahirkan, dan mencegah stunting. 

Rosan mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan dan gizi. Walaupun cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2% pada tahun 2025, masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali, berdasarkan data WHO & UNICEF, 2026.

Menurut estimasi UN Inter-agency Group for Child Mortality, Angka Kematian Anak di Indonesia berhasil dikurangi dari sekitar  51 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2000 menjadi sekitar 17 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Namun berdasarkan data BPS pada 2020, angka Kematian Ibu masih berada di angka 189 per 100.000 kelahiran hidup, yang menjadikannya salah satu yang tertinggi di ASEAN.

Sementara itu, prevalensi stunting berkurang dari sekitar 37 persen di 2013 menjadi 19,8 persen di 2024. Namun, prevalensi wasting (kekurangan gizi akut) masih 7,4 persen, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia, 2024.

Kemitraan Karya Salemba

Kemitraan dengan Karya Salemba Empat mencakup program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai wilayah di Indonesia. Beasiswa ini meliputi pendampingan (mentoring), pengembangan kepemimpinan, dan program kesiapan karier.

Program ini dibutuhkan, mengingat sekitar seperlima kaum muda Indonesia usia 15–24 tahun berstatus tidak bersekolah, tidak bekerja, atau tidak sedang mengikuti pelatihan. Di saat yang sama, sekitar 4,1 juta anak-anak dan remaja berusia 7-18 tahun juga dilaporkan tidak bersekolah.'

Sementara Kemitraan dengan Museum dan Cagar Budaya berfokus pada pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional, yang dirancang untuk meningkatkan akses publik terhadap pengetahuan budaya. Dengan mengintegrasikan pendidikan dan budaya, inisiatif ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap literasi budaya.

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan setiap kemitraan yang diumumkan hari ini dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan paling mendesak di Indonesia, seperti kesehatan ibu dan anak, akses terhadap pendidikan berkualitas serta literasi budaya.

Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi DIT sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia.

"Ke depannya, Danantara Indonesia Trust akan berfokus pada pengembangan programprogram catalytic lainnya, penguatan kemitraan dengan institusi global, serta perluasan peluang pendanaan bersama (co-funding) guna memaksimalkan dampak dari sumber daya yang dimiliki," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri