DIM: Investor Global Berebut Proyek WtE Danantara, Jepang hingga Prancis

Antara
Direktur Investasi DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman (kiri).
Penulis: Ahmad Islamy
27/5/2026, 21.51 WIB

Jumlah peserta dari dalam dan luar negeri pada seleksi gelombang kedua Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) meningkat signifikan. Danantara Investment Management (DIM) menilai hal tersebut mencerminkan besarnya potensi pengembangan proyek WtE di 33 kota di Indonesia.

Direktur Investasi DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman, menyebut partisipasi perusahaan domestik maupun internasional menjadi indikasi bahwa program ini memiliki daya tarik investasi yang besar apabila dijalankan dengan tata kelola yang terpercaya.

"Untuk itu, kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi mitra WtE ini dilakukan secara transparan dan kompetitif,” katanya dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu (27/5).

Pada seleksi gelombang kedua Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) program PSEL atau WtE Danantara, jumlah peserta yang berhasil lolos mencapai 85 entitas. Angka tersebut meningkat lebih dari 254 persen dibandingkan gelombang pertama yang hanya diikuti 24 peserta.

Fadli menjelaskan, proyek PSEL saat ini masih berada pada tahap awal. DPT sendiri merupakan tahapan prakualifikasi sehingga perusahaan yang lolos masih harus mengikuti berbagai proses lanjutan sebelum memperoleh proyek. Tahapan berikutnya meliputi evaluasi teknis, kesiapan pendanaan, kecocokan teknologi, hingga kapasitas operasional di lapangan.

Peserta DPT gelombang kedua berasal dari berbagai negara, mulai dari Jepang, Korea Selatan, Prancis, India, Singapura, Cina, hingga sejumlah perusahaan lain di kawasan Asia. Menurut Fadli, kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah di Indonesia kini mendapat perhatian dari pelaku industri energi dan lingkungan global.

Ia juga mengatakan, lonjakan peserta dalam DPT gelombang kedua menandakan proyek PSEL Indonesia mulai dipandang sebagai pasar yang semakin potensial dan serius. Daftar 85 entitas yang lolos seleksi dapat diakses melalui situs resmi Danantara Indonesia.

Sebagian besar perusahaan yang masuk DPT gelombang kedua berasal dari negara-negara yang telah lama mengembangkan pengelolaan sampah berbasis energi, seperti Jepang dan Korea Selatan yang dikenal memiliki teknologi insinerasi modern dengan standar emisi yang ketat. Kehadiran perusahaan dari Eropa dan Cina turut memperluas variasi kemampuan dan pengalaman teknologi, terutama dalam bidang pengelolaan lingkungan serta efisiensi energi perkotaan.

Denera adalah anak usaha DIM. Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir memproyeksikan Denera dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir 2028. Danantara menargetkan program PSEL akan mencakup 33 proyek di berbagai wilayah Indonesia dengan total investasi hampir mencapai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 85 triliun hingga Rp 90 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara