Amazon akan Investasi Jumbo Rp 587 T untuk AI di Empat Negara ASEAN, Termasuk RI
Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat Amazon berencana menanamkan investasi jumbo senilai US$ 33 miliar atau setara dengan Rp 587,03 triliun. Dana itu digunakan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di empat negara kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
“Amazon berencana menginvestasikan lebih dari US$ 33 miliar di Asia Tenggara hingga 2039. Kami membangun infrastruktur, melatih tenaga kerja lokal, dan memungkinkan bisnis di kawasan ini bersaing secara global,” kata Chief Global Affairs and Legal Officer Amazon David Zapolsky dikutip dari Business Today, Kamis (28/5).
Keempat negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Berdasarkan penilaian dampak ekonomi Amazon, investasi tersebut diproyeksikan dapat menyumbang lebih dari US$ 64 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) keempat negara itu secara keseluruhan.
Selain itu, investasi itu diperkirakan mendukung lebih dari 56.300 lapangan kerja penuh waktu setiap tahun dalam rantai pasok pusat data lokal.
Laporan itu juga menyebut ASEAN diperkirakan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia dengan nilai ekonomi digital mencapai US$ 560 miliar pada 2030.
David mengatakan pemerintah di negara-negara Asia Tenggara berperan besar dalam menciptakan iklim investasi yang mendorong pertumbuhan industri AI dan teknologi.
Amazon mulai serius memperluas bisnisnya di ASEAN pada 2010. Saat itu mereka meluncurkan wilayah layanan Amazon Web Services (AWS) di Singapura pada 2010. Perusahaan kemudian menghadirkan toko Amazon.sg pada 2019.
Saat ini Amazon telah memiliki wilayah AWS di Singapura, Indonesia, Malaysia dan Thailand. AWS di Indonesia diluncurkan pada 2021, Malaysia pada 2024 dan Thailand pada 2025. Amazon juga tercatat memiliki lebih dari 3.000 karyawan dan tambahan tenaga kerja lebih dari 2.500 orang di berbagai operasionalnya di Asia Tenggara.
Sepanjang 2025, Amazon menginvestasikan lebih dari US$ 3 miliar untuk infrastruktur dan kompensasi karyawan di berbagai lini bisnis, termasuk AWS, Stores, Devices dan Entertainment.
Selain membangun infrastruktur, Amazon juga bekerja sama dengan pemerintah dan institusi pendidikan untuk mempercepat adopsi AI serta mencetak talenta digital di Asia Tenggara. Perusahaan meluncurkan program AI Ready yang menyediakan lebih dari 30 kursus gratis AI dan generative AI berbahasa Vietnam.
Melalui program Amazon Global Selling, ribuan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Asia Tenggara juga dapat menjangkau pelanggan di lebih dari 200 negara dan wilayah melalui platform Amazon.