DPR Dorong Buyback Saham BUMN saat Kinerja Pasar Modal Babak Belur
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad hari ini menggelar pertemuan dengan perwakilan bank-bank Himbara, BP BUMN, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, Indonesia Investment Authority (INA), hingga sejumlah perusahaan asuransi. Pertemuan itu membahas volatilitas yang terjadi di pasar saham beberapa bulan terakhir.
Dalam diskusi tersebut, DPR menilai sejumlah saham BUMN masih ditopang fundamental kuat, meski pergerakannya tertekan oleh sentimen global. Oleh karena itu, muncul usulan untuk melakukan buyback atau pembelian kembali saham-saham BUMN yang saat ini dinilai telah diperdagangkan pada level yang menarik.
“Kami sudah saatnya berdiskusi bagaimana kemudian pada kesempatan yang tepat menurut saya, akan kembali buyback atau membeli kembali saham saham yang sebenarnya di pasar,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/6).
Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Putrama Wahju Setyawan menegaskan, kinerja bank-bank Himbara saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat. Menurutnya, kinerja bank himbara menjadi salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menjelaskan, rata-rata pertumbuhan kredit Himbara mencapai sekitar 20%. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di kisaran 20% hingga 30%. Dari sisi likuiditas, kondisi perbankan pelat merah juga dinilai tetap sehat dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) berada pada rentang 88% hingga 90%.
Selain itu, kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari cadangan kerugian kredit (loan loss reserve) dan biaya kredit (credit cost) yang terkendali, serta rasio kredit bermasalah (NPL) yang rata-rata masih berada di bawah level 2%.
“Saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di BEI,” ucap Putrama.