Rosan Sebut Investor AS Borong Obligasi Dolar Danantara
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani mengatakan, investor Amerika Serikat (AS) menjadi pihak yang mendominasi pembelian obligasi ‘Global Bond.
Rosan mengatakan, penerbitan Global Bond berdenominasi dolar AS senilai US$ 1,5 miliar mendapat respons positif dari pasar internasional. Ia mengatakan mayoritas investor berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Menteri Investasi dan Hilirisasi itu menyampaikan pihak Danantara melalui Danantara Investment Management, sebelumnya menargetkan penerbitan obligasi global senilai US$ 1 miliar.
Namun tingginya permintaan investor membuat nilai penerbitan ditingkatkan menjadi US$ 1,5 miliar yang terbagi masing-masing US$ 750 juta untuk tenor lima tahun dan US$ 750 juta tenor sepuluh tahun.
“Investornya selama lima tahun itu 38% itu dari AS, 41% dari Eropa dan Timur Tengah, 21% dari Asia. Kalau yang sepuluh tahun, investornya 52% dari AS, 31% dari Eropa dan Timur Tengah, 17% dari Asia,” kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (15/6).
Danantara menerbitkan obligasi tenor lima tahun dengan tingkat imbal hasil atau yield 5,35% dan tenor sepuluh tahun sebesar 5,95%. Rosan mengatakan angka tersebut lebih rendah dari perkiraan awal pasar yang sempat memproyeksikan yield bisa menembus di atas 6%.
“Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi, dan ini terbukti,” kata Rosan.
Lebih jauh, Rosan menyebut tingginya minat investor membuka peluang bagi Danantara untuk menerbitkan obligasi dengan tenor lebih panjang hingga 30 tahun.
Menurutnya, sejumlah investor global telah menyampaikan ketertarikannya apabila Danantara kembali masuk ke pasar obligasi internasional dengan tenor jangka panjang.