Dorong Naik ke KBMI 2, Bank Sampoerna Beri Sinyal Merger dan Calon Investor Baru
PT Bank Sahabat Sampoerna atau Bank Sampoerna mulai membuka peluang aksi korporasi strategis demi menaikan kelas ke kelompok bank dengan modal inti lebih dari Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun atau KBMI 2.
Aksi itu menyusul imbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menghapus dan mendorong bank KBMI 1 untuk melakukan konsolidasi merger atau akuisisi dan meningkatkan modal agar struktur perbankan nasional lebih kuat.
Merespons hal itu, Direktur Information Technology Bank Sahabat Sampoerna, Hendra Rahardja, mengatakan dua opsi yang paling memungkinkan yakni penggabungan usaha atau merger dan masuknya investor baru ke dalam perusahaan.
“Tentu terbuka untuk semua opsi,” kata Hendra ketika ditemui di Jakarta, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan, dengan rasio kecukupan modal (CAR) Bank Sampoerna berada di atas 20%, penambahan modal tidak bisa langsung dilakukan secepat itu, butuh berjalan berjalan secara organik dan bertahap.
Adapun pemegang saham pengendali terakhir atau ultimate shareholder Bank Sampoerna yakni Michael Joseph Sampoerna dan Ekadharmajanto melalui PT Sampoerna Investama.
PT Sampoerna Investama menggenggam saham Bank Sampoerna hingga 57,3%. Kemudian disusul Xendit Pte. Ltd 24,2%, PT Cakrawala Mulia Prima 12,7%, dan Abakus Asia Pacific Pte. Ltd sebanyak 2,3%. Kemudian disusul Sutan Agung Mulyadi 2,2%, Ekadharmajanto Kasih 0,7%, dan Melvin Wangkar sebanyak 0,6%
Geliat Deposito Online Bank Sampoerna
Seiring dengan itu, Bank Sampoerna memperkuat layanan digitalnya dengan menghadirkan kemudahan pengelolaan deposito berjangka secara daring melalui aplikasi Sampoerna Mobile Banking (SMB).
Melalui fitur Sampoerna Mobile Time Deposit, nasabah yang telah menggunakan SMB dapat mengakses layanan deposito langsung dari menu utama aplikasi. Layanan ini memungkinkan nasabah untuk melakukan penempatan dana, mengubah opsi perpanjangan, memantau e-Advis, hingga melakukan pencairan dana tanpa harus datang ke kantor cabang.
Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyampaikan bahwa layanan deposito online tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya perseroan menghadirkan kemudahan layanan yang lebih komprehensif bagi nasabah.
Ia menjelaskan, dengan minimum penempatan dana yang lebih terjangkau serta tingkat suku bunga yang kompetitif, produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi nasabah. Khususnya segmen milenial dan pengguna pemula, dalam mengelola keuangan untuk kebutuhan jangka panjang.
“Kemudahan dan fleksibilitasnya tidak hanya diukur dari aspek digital, tetapi juga pada minimum penempatan yang lebih terjangkau dan pilihan tenor yang variatif. Investasi jadi semakin mudah dan ramah di saku,” ujar Henky.
Nasabah Bank Sampoerna dapat membuka deposito dengan mengakses aplikasi Sampoerna Mobile Banking (SMB) dan memilih fitur deposito pada halaman utama. Setoran awal yang ditetapkan berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 1 miliar, dengan pilihan tenor mulai dari 1, 3, 6, 12, 15, hingga 18 bulan. Produk ini juga menawarkan suku bunga yang kompetitif, yakni lebih tinggi dibandingkan deposito berjangka reguler.
Henky Suryaputra menambahkan, nasabah yang telah menempatkan dana pada deposito online tersebut juga memiliki peluang untuk mengajukan fasilitas kredit, di mana dana deposito dapat digunakan sebagai agunan untuk kebutuhan pembiayaan tambahan. Ia menyebut adanya program promosi yang ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah yang menggunakan layanan tersebut.
Sementara itu, Direktur Information Technology Bank Sampoerna, Hendra Rahardja, menjelaskan fitur deposito online di SMB turut dilengkapi dengan kemudahan perpanjangan otomatis melalui opsi Automatic Roll Over (ARO), baik ARO Pokok maupun ARO Pokok dan Bunga. Fitur ini memungkinkan nasabah memperpanjang deposito secara otomatis tanpa perlu melakukan proses manual saat jatuh tempo.
Ia juga menyebut layanan deposito online itu melengkapi berbagai fitur SMB lainnya, seperti transfer dana, pembayaran QRIS, top up e-wallet, pembelian pulsa dan token listrik, hingga pembayaran berbagai tagihan. Selain itu, SMB juga telah diperbarui dengan tampilan antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) baru untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi digital.
“Kami menawarkan layanan yang komprehensif, baik dari sisi kemudahan, keuntungan, juga soal keamanan. Seluruh proses penempatan deposito online ini didukung oleh teknologi yang andal dan telah memenuhi standar regulator,” tutup dia.