Tiga Tahun Jelang IPO, Pancasakti Bidik Ekspansi ke Balikpapan dan Sulawesi
PT Pancasakti Putra Kencana bersiap memperluas jaringan bisnis sebagai upaya persiapan menuju penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang ditargetkan pada 2029. Perusahaan industri kimia ini berencana berekspansi ke Balikpapan dan sejumlah kota di Sulawesi dalam tiga tahun ke depan.
Chief Executive Officer (CEO) Pancasakti Putra Kencana Suwandy Tasmadi mengatakan ekspansi akan tetap difokuskan pada bisnis inti perseroan, yakni distribusi dan produksi bahan kimia.
"Kami akan terus melakukan ekspansi hingga 2029," ujar Suwandy usai acara Road to Pancasakti Run 2026 di Decathlon Alam Sutera, Tangerang Selatan, Minggu (21/6).
Saat ini, Pancasakti telah beroperasi di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar. Penambahan jaringan di Kalimantan dan Sulawesi diharapkan dapat memperkuat distribusi sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis menjelang IPO.
Seiring ekspansi usaha dan prospek industri, Pancasakti menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20% hingga 30% setiap tahun hingga pelaksanaan IPO. Pertumbuhan pendapatan itu akan gencar dilakukan menjelang IPO.
"Kami menargetkan pertumbuhan omzet sekitar 20% sampai 30% setiap tahun hingga IPO," ujar Suwandy.
Suwandy mengungkapkan Pancasakti akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2029 dengan target menghimpun dana sekitar Rp 1 triliun. Perseroan memperkirakan valuasi perusahaan saat IPO berada di kisaran Rp 10 triliun.
Dana hasil IPO antara lain akan digunakan untuk membangun fasilitas manufaktur bahan kimia guna memperkuat kapasitas produksi.
Saat ini, perusahaan juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan sekuritas dan mulai menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk proses pencatatan saham.
Tangguk Keuntungan dari Program B50
Di sisi bisnis, Suwandy memandang program mandatori biodiesel 50% (B50) yang tengah disiapkan pemerintah akan menjadi angin segar untuk keuangan dan pertumbuhan perusahaan. Pancasakti merupakan pemasok bahan baku bagi industri biodiesel, seperti metanol yang digunakan dalam proses produksi biodiesel berbasis minyak sawit.
"Bisnis utama kami memang memasok industri yang memproduksi B50. Program ini sangat membantu bisnis kami," ujarnya.
Dia mengatakan kebutuhan bahan baku akan meningkat apabila pemerintah merealisasikan pengembangan biodiesel hingga B100. Hal itu membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi perseroan.
"Kalau nanti berkembang menjadi B100, seluruhnya akan berbasis sumber daya alam seperti crude palm oil (CPO), FAME, dan metanol yang kami pasok," katanya.
Ia menilai pengembangan biodiesel juga sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi impor solar sekaligus menekan pengeluaran devisa.
Pemerintah saat ini menargetkan implementasi mandatori B50 mulai Juli 2026. Adapun rencana pengembangan biodiesel 100% atau B100 masih dalam tahap kajian karena mempertimbangkan kesiapan pasokan bahan baku dan produktivitas kelapa sawit nasional.
Kenalkan Perusahaan Lewat Pancasakti Run 2026
Selain memperluas jaringan usaha, perseroan juga mulai meningkatkan pengenalan merek kepada masyarakat. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menyelenggarakan Pancasakti Run yang digelar 19 Juli 2026.
Suwandy mengatakan jumlah peserta Pancasakti Run akan terus ditingkatkan. Perusahaan menargetkan ajang tersebut diikuti 20.000 hingga 30.000 pelari pada 2028-2029 dan diselenggarakan di sejumlah kota besar di Indonesia.
"Pancasakti Run akan kami adakan setiap tahun dengan jumlah peserta yang terus bertambah. Target kami pada 2028-2029 mencapai 20.000 sampai 30.000 pelari dan digelar di beberapa kota besar," katanya.
Menurut Suwandy, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi memperkenalkan Pancasakti Group kepada masyarakat menjelang menjadi perusahaan terbuka. Perseroan juga akan terus memberikan informasi mengenai perusahaan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.
“Nah kami melihat ini adalah kesempatan yang baik untuk memperkenalkan perusahaan kami melalui event lari,” ucap Suwandy.
Ia menjelaskan, acara tersebut berhasil menarik sekitar 3.000 peserta pada 2025. Tahun ini, perusahaan menargetkan jumlah peserta dapat meningkat menjadi 5.000 orang.
Suwandy juga mengatakan rute Pancasakti Run 2026 resmi mendapatkan sertifikasi dari World Athletics Course Measurers yang bekerja sama dengan AIMS (Association of International Marathons and Distance Races).
Sertifikasi ini memastikan seluruh rute telah diukur sesuai standar internasional. Menurut dia, hal ini menjadi salah satu keunggulan karena Pancasakti Run disebut sebagai satu-satunya event lari di kawasan BSD Serpong yang sudah memiliki sertifikasi rute tersebut.
Ia juga mengaku target berikutnya adalah memperoleh label resmi pada tahun depan, yang mensyaratkan adanya sertifikasi rute dari lembaga internasional.