5 Fakta IPO EMMI, Incar Dana Rp 269 Miliar hingga Janji Bagikan 30% dari Laba

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka.
21/6/2026, 19.43 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan emiten baru dari sektor kesehatan. EMMI merupakan perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan dengan fokus pada perdagangan alat laboratorium, alat farmasi dan alat kesehatan untuk kebutuhan medis. Perseroan juga menyediakan solusi terintegrasi untuk berbagai fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit.

Untuk mendukung operasionalnya, EMMI memiliki satu kantor pusat, dua fasilitas produksi, empat kantor perwakilan, serta jaringan tenaga pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut memungkinkan perseroan menjangkau kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan secara lebih luas.

Selain mendistribusikan alat kesehatan, EMMI juga menjadi pemegang hak distribusi eksklusif sejumlah merek global di bidang teknologi medis (medtech). Perseroan dikenal sebagai penyedia peralatan rumah sakit untuk layanan kritikal, seperti ruang operasi (operating theatre) dan unit perawatan intensif atau intensive care unit (ICU).

Ke depan, EMMI berencana memperluas portofolio bisnis ke segmen alat kesehatan habis pakai (consumables), salah satunya melalui produksi benang bedah. Pengembangan tersebut akan dilakukan, termasuk melalui kerja sama strategis (joint venture) dengan mitra global.

Berikut lima fakta IPO EMMI, seperti dihimpun Katadata, Minggu (21/6):

Tawarkan Harga IPO Rp 446-515 per Saham

EMMI menawarkan 522,85 juta saham baru dengan nominal Rp 50 per saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 30% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Perusahaan menawarkan harga IPO dalam rentang Rp 446-515 per saham. 

Jika seluruh saham terserap, EMMI berpotensi mengantongi dana segar mencapai Rp 269,27 miliar. Dari dana itu, 10% akan dialokasikan untuk program employee stock allocation atau ESA. Perseroan sudah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. 

Janji Bagikan Dividen 30% dari Laba Bersih

Usai IPO, Manajemen EMMI menyatakan akan mulai membagikan dividen setelah IPO, tepatnya mulai tahun buku 2027.

Perseroan berencana membagikan dividen tunai dengan nilai maksimal 30% dari laba bersih tahun berjalan.

Namun besaran dividen tetap akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, arus kas, kebutuhan modal kerja, belanja modal, rencana investasi, serta ketentuan peraturan yang berlaku.

Rencana Penggunaan Dana

Dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja hingga pelunasan kredit. Sekitar Rp 50 miliar dialokasikan untuk melunasi sebagian pinjaman kepada PT Bank Ina Perdana.

Pinjaman tersebut merupakan fasilitas Kredit Modal Kerja-Demand Loan dengan plafon Rp 90 miliar. Adapun pokok pinjaman yang akan dilunasi menggunakan dana IPO mencapai Rp 44,87 miliar.

Selanjutnya, sekitar 11,8% dana IPO akan digunakan sebagai belanja modal untuk pembangunan pabrik baru di Cikupa.

Sementara itu, sekitar 68,7% dana akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian barang terkait proyek, bahan baku, dan persediaan.

Apabila dana IPO tidak mencukupi, perseroan akan menggunakan kas internal maupun pendanaan eksternal dari perbankan atau lembaga keuangan. 

Struktur Permodalan Sebelum dan Sesudah IPO

Setelah IPO, struktur kepemilikan saham EMMI akan mengalami perubahan.

Sebelum IPO, mayoritas saham perseroan dimiliki oleh lima pemegang saham utama. Surya Gunawan Widjaja menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 30%.

Setelah IPO, kepemilikan Surya akan terdilusi menjadi 21%, sedangkan masyarakat akan memiliki sekitar 27% saham. Selain itu, sekitar 3% saham dialokasikan untuk program Employee Stock Allocation (ESA).

Berikut struktur permodalan sebelum dan sesudah IPO:

Pemilik SahamSebelum IPOSetelah IPO
Jumlah SahamPersentaseJumlah SahamPersentase
Surya Gunawan Widjaja 367.246.000 30% 367.246.000 21% 
Eddy Lie 176.944.000 15% 176.944.000 10% 
Andrew Ignatius Widjaja 285.410.000 23% 285.410.000 16% 
Florian Chris Widjaja 195.200.000 16% 195.200.000 11% 
Andrian Matthew Widjaja 195.200.000 16% 195.200.000 11% 
Kepemilikan mayarakat dibawah 5%   470.571.300 27% 
ESA   52.285.700 3% 

Manajemen dan Jadwal IPO

Dewan Komisaris 

  • Komisaris Utama: Surya Gunawan Widjaja
  • Komisaris: Andrew Ignatius Widjaja
  • Komisaris Independen: Iwanho
  • Komisaris Independen: Sodikin Sadek 

Direksi 

  • Direktur Utama: Florian Chris Widjaja
  • Direktur: Eddy Lie
  • Direktur: Jason Aaron Lie
  • Direktur: Andrian Matthew Widjaja  

Jadwal IPO 

  • Masa Penawaran Awal: 22 Juni – 24 Juni 2026
  • Tanggal Efektif: 30 Juni 2026
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 2-6 Juli 2026
  • Tanggal Penjatahan: 6 Juli 2026
  • Tanggal Distribusi Saham: 7 Juli 2026
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: 8 Juli 2026 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri