Danantara Bidik Peluang Kerja Sama Strategis Global lewat Tony Blair
Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, pekan ini mengunjungi Wisma Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia. Dalam kesempatan itu, Blair menyampaikan besarnya minat investor global untuk terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, hal itu menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang diperhitungkan.
“Minat tinggi investor yang disampaikan Tony Blair menegaskan bahwa Indonesia berada di radar utama investor global. Kami melihat antusiasme yang sangat besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi kita,” ujar Rosan dalam keterangannya dikutip Kamis (9/7).
Dia menuturkan, kehadiran mantan kepala pemerintahan Inggris itu bersama Tony Blair Institute for Global Change juga membuka peluang kolaborasi dalam mendorong transformasi badan usaha milik negara (BUMN), memperluas investasi, serta mempercepat pembangunan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Rosan didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. Menurutnya, Danantara diposisikan sebagai mitra strategis bagi investor internasional yang ingin menanamkan modal di Indonesia.
Rosan menyebut pembentukan Danantara merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjembatani aliran modal asing ke berbagai proyek prioritas nasional. Karena itu, lembaga tersebut berupaya membangun kepercayaan investor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi global.
"Danantara siap menjadi jembatan bagi modal internasional untuk masuk secara efektif. Sentimen pasar sangat positif terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah," ujar Rosan.
Keyakinan pemerintah tersebut sejalan dengan realisasi investasi yang masih tumbuh. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp 498,8 triliun atau naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai investasi tersebut juga diklaim menyerap lebih dari 706 ribu tenaga kerja.
Selain membahas peluang investasi, Danantara dan Tony Blair Institute for Global Change juga mengeksplorasi kerja sama strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Rosan berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas kepercayaan investor asing sekaligus mempercepat realisasi investasi pada proyek-proyek strategis nasional.
Mengutip Britannica, Blair merupakan salah satu tokoh yang mengubah arah politik Partai Buruh (Labour Party) dan memimpin Britania Raya selama satu dekade dari 1997 hingga 2007.
Dia lahir di Edinburgh, Skotlandia, pada 6 Mei 1953. Blair menjadi perdana menteri termuda Inggris sejak 1812 sekaligus pemimpin Partai Buruh dengan masa jabatan terlama. Selama 10 tahun memimpin, ia mencatatkan periode pemerintahan berkelanjutan terpanjang kedua di Inggris dalam lebih dari 150 tahun setelah Margaret Thatcher.
Blair mengawali karier sebagai pengacara sebelum terjun ke dunia politik pada 1983 sebagai anggota House of Commons dari daerah pemilihan Sedgefield. Di tengah dominasi Partai Konservatif. Ia tampil sebagai tokoh yang mendorong Partai Buruh meninggalkan pendekatan politik tradisional dan bergerak ke arah yang lebih moderat.
Setelah terpilih menjadi pemimpin partai pada 1994, Blair merombak platform Partai Buruh dengan mengurangi peran negara dalam perekonomian, memperkuat dukungan terhadap pasar bebas serta mendorong integrasi Inggris dengan Uni Eropa.