PGEO Gandeng Bank Mizuho Indonesia, Siapkan Pendanaan hingga Rp 1,5 Triliun

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz
Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/9/2025).
Penulis: Ahmad Islamy
27/7/2026, 16.56 WIB

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE memperkuat struktur pendanaannya dengan menggandeng PT Bank Mizuho Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan trade facility agreement yang memberikan fasilitas pembiayaan nontunai (non-cash loan) dengan plafon hingga US$ 75 juta.  

Nilai plafon tersebut setara dengan Rp 1,35 triliun (asumsi kurs Rp 18.032 per dolar AS). Bagi PGEO, langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan operasional sekaligus mempercepat pengembangan proyek panas bumi perseroan. 

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PGEO menjelaskan fasilitas tersebut diberikan tanpa agunan (clean basis). Menurut perseroan, skema pembiayaan itu mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan Bank Mizuho Indonesia terhadap profil risiko dan kinerja keuangan PGEO.  

Disebutkan bahwa fasilitas yang diperoleh PGEO dari Mizuho adalah uncommitted omnibus facility yang mencakup berbagai instrumen pembiayaan. Di antaranya berupa bank garansi, standby letter of credit (SBLC), letter of credit (L/C) impor, account payable financing (APF), hingga fasilitas pinjaman bergulir (revolving loan facility). Kehadiran fasilitas tersebut akan memberikan fleksibilitas pembiayaan bagi kebutuhan bisnis perusahaan.

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hutabarat mengatakan, kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia adalah langkah strategis untuk memperluas akses pendanaan sekaligus memperkuat fleksibilitas pembiayaan dalam mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang perusahaan.  

"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan,” ungkap Fransetya dalam keterangannya, Senin (27/7). 

Dia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang, sehingga PGEO dan Mizuho dapat bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju target Net Zero Emission di Indonesia. 

Sementara itu, Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, menilai kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia. Selain menyediakan fasilitas pembiayaan, kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan jangka panjang antara kedua perusahaan. 

"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGE kepada Bank Mizuho Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia," tutur Heru.  

PGEO menambahkan, kemitraan dengan Bank Mizuho Indonesia yang juga bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang akan semakin memperkuat ekosistem pendanaan hijau (green financing) yang telah dibangun perseroan. Sebelumnya, perusahaan juga telah memperoleh dukungan pendanaan melalui berbagai instrumen pembiayaan berkelanjutan dan kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan internasional.  

Sebagai salah satu produsen panas bumi terbesar di dunia, PGEO menegaskan akan terus menerapkan strategi pendanaan yang sehat dan prudent guna memastikan keberlanjutan investasi pada proyek-proyek panas bumi. Perseroan memandang diversifikasi sumber pendanaan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ekspansi bisnis tetap berjalan secara berkelanjutan.  

Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan internasional, PGEO menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola sendiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028. Target tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 1,8 GW pada 2034 sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan.  

Perseroan menilai penguatan pendanaan tersebut tidak hanya mendukung ekspansi bisnis, tetapi juga memperkuat kontribusi PGEO dalam mempercepat pengembangan panas bumi nasional. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mendukung ketahanan energi dan swasembada energi Indonesia di tengah upaya percepatan transisi menuju energi bersih.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.