Samator Indo Gas Cetak Rekor EBITDA Rp452,5 M di Semester I 2026

Samator
Ilustrasi perusahaan gas industri dan gas medis Indonesia, PT Samator Indo Gas Tbk.
Penulis: Arif Hulwan
28/7/2026, 15.21 WIB

Jakarta — PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII), perusahaan gas industri dan gas medis, mencatatkan EBITDA (laba bersih tanpa memasukkan pajak, biaya bunga, penyusutan, amortisasi) semester pertama tertinggi sepanjang sejarah Perseroan, serta lonjakan laba bersih hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).

Hal itu terungkap dalam pengumuman kinerja keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 (1H26).

“Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat," kata Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Rinciannya, EBITDA yang dilaporkan (reported EBITDA) meningkat 10,0% YoY menjadi Rp452,5 miliar, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 29,3% dari 29,0% pada periode yang sama tahun lalu.

Di luar pos-pos one-off bersih sebesar Rp2,7 miliar, EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) mencapai Rp449,7 miliar atau tumbuh 13,7% YoY.

Sementara itu, laba bersih melonjak 178% menjadi Rp67,4 miliar dibandingkan Rp24,2 miliar pada Semester I 2025. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp65,2 miliar, hampir tiga kali lipat dibandingkan Rp22,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan margin laba kotor, disiplin dalam pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban pembiayaan bersih seiring menurunnya biaya pinjaman dan meningkatnya pendapatan bunga dari cadangan kas.

Pendapatan Perseroan juga meningkat 8,9% secara YoY menjadi Rp1,54 triliun, didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari berbagai sektor strategis, terutama industri dan layanan kesehatan, yang selama ini menjadi pasar utama Perseroan.

Tak ketinggalan, laba kotor tumbuh 12,8% YoY menjadi Rp725,6 miliar. Margin laba kotor meningkat 160 basis poin menjadi 47,0%, dibandingkan 45,4% pada Semester I 2025.

Peningkatan ini didorong oleh berbagai perbaikan operasional yang bersifat struktural, antara lain optimalisasi utilisasi pabrik, peningkatan efisiensi konsumsi listrik, serta optimalisasi rantai pasok.

"Peningkatan margin laba kotor sebesar 160 basis poin mencerminkan perbaikan fundamental dalam operasional kami, mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok, bukan semata-mata karena faktor non-berulang,” tutur Rachmat.

Ia menambahkan bahwa Perseroan juga terus memperkuat disiplin pengelolaan biaya operasional serta memanfaatkan teknologi dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis.

“Momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, di mana penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama. Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” urai dia.

Berikut rangkuman poin penting kinerja keuangan Samator semester I 2026:

+ Pendapatan bersih Rp1,54 triliun, meningkat 8,9% YoY
+ Laba kotor Rp725,6 miliar, naik 12,8% YoY, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 47,0%
+ Reported EBITDA tercatat sebesar Rp452,5 miliar, naik 10,0% YoY, dengan marjin EBITDA 29,3%
+ Adjusted EBITDA mencapai Rp449,7 miliar, meningkat 13,7% YoY, setelah mengecualikan pos one-off bersih sebesar Rp2,7 miliar
+ Laba bersih sebesar Rp67,4 miliar, meningkat 178% YoY
+ Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp65,2 miliar, hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,6 miliar

Kinerja Operasional

Pertumbuhan pendapatan Perseroan ditopang oleh peningkatan permintaan yang merata di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik.

Profitabilitas operasional juga terus membaik. Pertumbuhan harga pokok penjualan berada di bawah laju pertumbuhan pendapatan sehingga mampu meningkatkan margin laba kotor. Di sisi lain, beban operasional hanya meningkat 8,6% YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, mencerminkan operating leverage yang semakin kuat.

Momentum pertumbuhan semakin terlihat menjelang akhir semester pertama, dengan EBITDA bulan Juni meningkat 30,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, memberikan fondasi yang kuat untuk memasuki semester kedua.

Kinerja Perseroan juga didukung oleh kualitas pendapatan yang berkelanjutan melalui hubungan jangka panjang dengan pelanggan, tingkat perpanjangan kontrak mencapai 98–100%, kontrak on-site dan minimum off-take jangka panjang, serta posisi Samator sebagai pemimpin pasar gas medis di Indonesia yang melayani rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Neraca dan Arus Kas

Perseroan tetap mempertahankan struktur keuangan yang sehat. Rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat menjadi 3,1 kali dibandingkan 2,6 kali pada Semester I 2025, menunjukkan kemampuan Perseroan yang semakin baik dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Arus kas dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp192,3 miliar dibandingkan Rp138,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan penjualan, pengendalian biaya yang efektif, serta penurunan beban pembiayaan.

Prospek Usaha

Memasuki semester kedua tahun 2026, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan profil margin yang semakin kuat.

Fokus utama Perseroan tetap pada pemenuhan permintaan yang terus meningkat dari sektor kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, dan elektronik, melanjutkan program operational excellence yang telah mendorong peningkatan profitabilitas, serta melakukan investasi kapasitas secara disiplin sesuai dengan kebutuhan pasar yang didukung kontrak jangka panjang.

Dengan fundamental bisnis yang semakin solid, Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.