Pasar Keuangan Dilanda Ketidakpastian, BI Menilai Investasi Emas Aman

KATADATA/Agung Samosir
Ilustrasi emas. BI menilai, emas dinilai sebagai investasi yang aman saat ini.
22/8/2019, 19.58 WIB

Bank Indonesia (BI) menilai ketegangan hubungan dagang di beberapa negara menyebabkan ketidakpastian pasar keuangan global berlanjut. Meski begitu, investasi emas dinilai tetap aman.

"Ketidakpastian ini mendorong pergeseran penempatan dana global ke aset yang dianggap aman seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang, serta komoditas emas," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (22/8).

Perry mengatakan, pertumbuhan ekonomi dunia semakin tertekan. Hal itu tampak dari perekonomian AS yang tumbuh melambat akibat menurunnya ekspor dan investasi non-residensial.

Pertumbuhan ekonomi Eropa, Jepang, Tiongkok dan India juga lebih rendah. Pelemahan tersebut, menurutnya dipengaruhi oleh kinerja sektor eksternal dan permintaan domestik yang menurun.

(Baca: Optimisme Dorong Investor Keluar dari Aset Aman, Harga Emas Turun)

Untuk merespons dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, Perry menyebutkan berbagai negara melakukan stimulus fiskal dan memperlonggar kebijakan moneter. Salah satunya, bank sentral AS yang menurunkan suku bunga acuan pada Juli lalu.

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria