Sempat Menurun, Ekonom Ramal Rupiah Menguat di Akhir Pekan

Arief Kamaludin|KATADATA
Penulis: Muchamad Nafi
26/4/2019, 11.25 WIB

Tren nilai tukar rupiah melemah hingga nyaris menyentuh 14.200 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan akhir pekan ini. Namun sejumlah ekonom melihat masih ada ruang rupiah menguat seiring katalis positif yang timbul dari pergerakan mata uang kawasan di pasar menjelang Jumat siang.

Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih dalam risetnya mengungkapkan beberapa mata uang di pagi ini naik. “Mata uang seperti dolar Singapura, Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika. Ini bisa menjadi sentimen penguatan rupiah,” kata Lana di Jakarta, Jumat (26/4).

Hingga pukul 09.45 WIB, mata uang beberapa negara mulai menunjukkan perlawanan terhadap “greenback” dolar Amerika. Dolar Singapura menguat 0,14 persen. Begitu juga Baht Thailand yang naik 0,16 persen.

Otoritas di Indonesia juga ditengarai tidak akan membiarkan rupiah melemah terlalu dalam. Sinyalemen itu tampak dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang pada Kamis (25/4) kemarin menyebutkan nilai tukar rupiah saat ini masih dihargai terlalu murah alias undervalued.

(Baca: Jelang Keputusan Suku Bunga Acuan BI, Kurs Rupiah Melemah)

Pernyataan tersebut kerap diterjemahkan pelaku pasar sebagai terbukanya ruang penguatan rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Adapun pada pembukaan perdagangan Jumat ini, rupiah di pasar spot masih melemah, dengan takaran delapan poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 14.194 per dolar Amerika.

Beberapa sentimen global yang akan mempengaruhi laju rupiah akhir pekan ini, di antaranya, yaitu menurunnya harga minyak mentah dunia. Minyak mentah jenis WTI dihargai US$ 64,97 per barel dan harga jenis Brent US$ 74,35 per barel. Ada pula sentimen dari pengumuman capaian produk domestik bruto Amerika besok atau pada Jumat waktu setempat.

Sedangkan dari sisi domestik, Bank Sentral menyatakan akan meningkatkan kebijakan untuk melonggarkan likuiditas di pasar. Di antara kebijakan itu adalah peningkatan ketersediaan likuiditas dan pendalaman pasar keuangan melalui penguatan strategi operasi moneter. Selain itu meningkatkan sisi pasokan di pasar non-deliverable forward (NDF) domestik.

(Baca: Rupiah Melemah, Pasar Waspadai Perlambatan Permintaan Domestik)

Hingga 09.45 WIB, di pasar spot, rupiah bertengger di posisi 14.180 per dolar Amerika. Kemarin rupiah dibuka melemah 45 poin atau 0,32 % ke posisi 14.150 per dolar dibandingkan hari sebelumnya. Pelemahan terjadi menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di sorenya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara