Pengusaha Menilai Paket Jilid II Tak Cepat Atasi Masalah

KATADATA
Pedagang menunggu calon pembeli di salah satu pusat perdagangan di Jakarta. Paket kebijakan pemerintah dinilai tidak langsung berdampak terhadap daya beli masyarakat.
30/9/2015, 12.12 WIB

KATADATA ? Paket kebijakan ekonomi tahap II yang diluncurkan pemerintah kemarin, dinilai belum memberikan efek positif untuk mendorong kinerja industri. Sasaran yang dituju pemerintah lewat paket kebijakan tersebut berorientasi jangka menengah dan panjang.

Padahal, kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, dunia usaha berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang bisa langsung berdampak terhadap kelangsungan usahanya. Menurut dia, jika pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL), dampaknya akan langsung terasa bagi dunia usaha serta bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

?Saya pikir (paket kebijakan tahan II) tidak bepengaruh banyak, karena sasarannya jangka menengah dan panjang,? kata Ade saat dihubungi Katadata, Rabu (30/9).

Dalam pandangan dia, paket kebijakan ekonomi tahap II memang sudah tepat. Misalnya, izin investasi di kawasan industri yang bisa selesai dalam waktu tiga jam. Namun, hal itu akan lebih bermanfaat dalam menyambut perdagangan bebas bukan untuk menunjang industri nasional dari kesulitan seperti saat ini.

?Paket ini akan meroket dua tahun mendatang, tapi itu efeknya bukan jangka pendek seperti sekarang,? kata Ade.

Halaman:
Reporter: Ameidyo Daud Nasution