Borong Rp 831 T Surat Utang Negara, BI Ditegur IMF Kurangi Bantu APBN

Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan M. H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).
Penulis: Abdul Azis Said
26/1/2022, 19.43 WIB

Bank Indonesia (BI) membantu pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 831,74 triliun selama dua tahun pandemi corona, yakni 2020 dan 2021. Dana Moneter Internasional (IMF) menyarankan bank sentral mulai mengurangi pembelian surat utang negara.

Bank sentral membantu pemerintah membiayai APBN untuk penanganan pandemi Covid-19, lewat pembelian surat utang negara. Ini sebagai pemenuhan atas tiga Surat Keputusan Bersama (SKB) antara BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"IMF mendukung komitmen pihak berwenang untuk keluar dari pembiayaan anggaran moneter sesuai target akhir 2022. Kami merekomendasikan untuk membatasi pembelian di pasar primer lebih lanjut di bawah mekanisme pasar tahun ini," kata Asisten Direktur IMF Cheng Hoon Lim dalam keterangan resmi, Rabu (26/1).

Dalam laporan tahunan, BI membeli obligasi pemerintah dalam rangka pembiayaan APBN dua tahun terakhir Rp 831,74 triliun. Rinciannya yakni:

  1. Pada 2020 Rp 473,42 triliun meliputi pembelian di pasar perdana dalam rangka SKB I Rp 75,86 triliun. Pembelian langsung sebagai mekanisme pembagian beban alias burden sharing sesuai SKB II Rp 397,56 triliun. 
  2. Pada 2021, pembelian obligasi Rp 358,32 triliun. Di pasar perdana dalam rangka SKB I Rp 143,32 triliun dan melalui private placement sebagai implementasi dari SKB III Rp 215 triliun.

Tahun ini, BI masih akan melanjutkan pembelian di pasar perdana sebagaimana SKB I yang sudah diperpanjang sampai akhir Desember 2022.

Selain itu, BI masih memiliki SKB III. Bank sentral bakal membeli surat utang Rp 224 triliun melalui private placement.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said