Ekonomi 2021: Konsumsi Kembali Tumbuh Positif, Ekspor Impor Melesat

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.
Ilustrasi. BPS mencatat ekspor dan impor mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam komponen pertumbuhan ekonomi tahun lalu.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
7/2/2022, 13.09 WIB

Perekonomian sepanjang tahun lalu yang berhasil tumbuh 3,69%. antara lain ditopang oleh pemulihan dari sisi konsumsi rumah tangga. Komponen yang menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ini berhasil tumbuh 2,02% setelah terkontraksi pada tahun 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga tahun lalu menunjukkan pembalikan kondisi setelah tahun sebelumnya terkontraksi  2,63%. Kendati demikian, pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi atau 2019 sebesar 5,04%.

"Penguatan konsumsi rumah tangga di tahun 2021 karena subkomponen makanan dan minuman selain restoran yang mengalami penguatan, transportasi dan komunikasi juga menguat serta konsumsi untuk restoran dan hotel," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara daring, Senin (7/2).

Dengan kinerja tersebut, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Indonesia tahun lalu. Komponen ini menyumbang 54,42% atau lebih dari separuh PDB Indonesia tahun 2021. Namun, jika melihat dari sisi kontribusinya terhadap pertumbuhan 3,69% tahun lalu, mayoritas berasal dari komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sebesar 1,21%. Adapun konsumsi rumah tangga hanya sebesar 1,09%.

BPS mencatat, pemulihan konsumsi yang semakin kuat tercermin dari penjualan eceran untuk makanan, minuman dan tembakau berhasil tumbuh 7,91% pada tahun lalu. Pertumbuhan lebih kuat juga untuk penjualan bahan bakar kendaraan sebesar 17,74%,

Sementara itu, penjualan wholesale untuk kendaraan tumbuh dua digit. Penjualan mobil penumpang tumbuh 69,67% dan sepeda motor sebesar 38,07%.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said