Google Akan Larang Aplikasi Rekam Panggilan Pihak Ketiga di Play Store

ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Perusahaan induk Google, Alphabet Inc., mengantongi pendapatan sebesar US$257,63 miliar pada 2021.
Editor: Agustiyanti
22/4/2022, 10.25 WIB

Google berencana memblokir aplikasi rekam panggilan (call recorder) di toko aplikasi mereka Google Play Store. Ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan bagi pengguna.

Google akan mulai memblokir akses aplikasi perekam panggilan di Play Store pada 11 Mei, khusus untuk Android 10. Saat ini, Google sedang mengerjakan pembaruan kebijakan pengembang di Play Store. Ini agar seluruh aplikasi pihak ketiga yang menawarkan fungsionalitas perekaman panggilan tidak dapat digunakan oleh pengguna di ponsel mereka.

Pembaruan kebijakan pengembang itu akan berdampak pada kemampuan aplikasi pihak ketiga yang menggunakan Accessibility API. Beberapa aplikasi pihak ketiga yang memanfaatkan Accessibility API seperti TrueCaller dan ACR Phone. "Aplikasi ini tidak bisa lagi diakses di Google Play Store," kata Google dikutip dari Business Insider, Kamis (21/4).

Menurut Google, Accessibility API sebenarnya tidak dirancang dan tidak dapat diminta untuk melakukan perekaman audio panggilan jarak jauh. "Ini membuat penggunaan Accessibility API harus didokumentasikan dalam daftar Google Play,” kata Google.

Adapun beberapa ponsel seperti Samsung, OnePlus, dan Xiaomi yang mempunyai aplikasi bawaan untuk perekam panggilan tidak akan terdampak kebijakan baru Google ini. "Aplikasi perekam panggilan bawaan di ponsel tidak membutuhkan Accessibility API untuk mendapatkan akses ke aliran audio. Oleh karenanya, tidak akan melanggar," ujar Google.

Google sendiri menerapkan kebijakan tersebut untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi. Hal ini dilakukan Google meskipun aturan terkait perekaman panggilan berbeda-beda di setiap negara.

Di sisi lain, para ahli dari kelompok siber internasional Lab52 telah mengidentifikasi aplikasi berbahaya yang bahkan mengandung malware pada awal bulan ini. Aplikasi yang diidentifikasi itu bisa melacak lokasi pengguna mengandalkan sinyal GPS perangkat mereka dan merekam audio melalui mikrofon.

Perusahaan induk Google, Alphabet Inc., mengantongi pendapatan sebesar US$257,63 miliar pada 2021. Jumlah ini naik 41% dibandingkan tahun lalu yang sebesar US$182,52 miliar.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan